Hujan Deras Dua Hari, Longsor dan Pergerakan Tanah Rusak Sejumlah Rumah di Lebak
LEBAK, BeritaKilat.com – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak selama dua hari terakhir menyebabkan sejumlah bencana alam, mulai dari tanah longsor hingga pergerakan tanah yang berdampak pada kerusakan rumah warga di beberapa titik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan laporan warga, hujan dengan durasi cukup lama membuat kondisi tanah menjadi labil, terutama di wilayah perbukitan dan daerah yang berada di lereng. Akibatnya, beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding, lantai hingga pondasi karena terdampak pergerakan tanah.
Sejumlah warga mengaku khawatir jika hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi karena retakan tanah di sekitar permukiman semakin melebar. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat demi menghindari risiko longsor susulan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat curah hujan masih tinggi.
Menurut BPBD, wilayah Lebak memang memiliki beberapa titik rawan longsor, terutama di kawasan Lebak Selatan dan daerah perbukitan yang memiliki kontur tanah labil. Hujan yang turun secara terus menerus dapat meningkatkan potensi longsor maupun pergerakan tanah yang mengancam permukiman warga.
Selain rumah warga, bencana juga berpotensi mengganggu akses jalan lingkungan serta fasilitas umum di sekitar lokasi terdampak. Petugas bersama aparat desa dan relawan kebencanaan terus melakukan pemantauan serta pendataan kerusakan di lapangan.
Sementara itu, prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa beberapa wilayah di Banten masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan turun dalam waktu lama, muncul retakan tanah, atau terdengar suara gemuruh dari tebing di sekitar permukiman.
Pemerintah daerah bersama BPBD juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas kebencanaan jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah agar dapat segera dilakukan langkah penanganan dan mitigasi guna mencegah korban jiwa. (Red)

Posting Komentar