Di Tengah Lesunya Ekonomi, Tedi Lele Tetap Eksis Kelola Usaha Pemancingan di Rangkasbitung
Lebak, BeritaKilat.com – Di tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil, semangat untuk bertahan dan membuka peluang usaha tetap ditunjukkan oleh sebagian masyarakat. Salah satunya adalah Tedi Hermawan, yang akrab disapa Tedi Lele, pelaku usaha pemancingan lele di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi, Tedi tetap optimistis menjalankan usaha pemancingan yang telah ia rintis selama bertahun-tahun. Usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Kepada wartawan, Ahad (1/3/2026), Tedi mengungkapkan bahwa dirinya bertekad untuk terus bertahan meskipun situasi ekonomi sedang sulit.
“Di tengah sulitnya perekonomian, saya tetap bertahan dan eksis menjalankan usaha pemancingan lele ini. Selain untuk menghidupi keluarga, usaha ini juga bisa membantu pekerja yang ada di sini,” ujar Tedi.
Ia mengakui, kondisi saat ini cukup menantang. Harga kebutuhan pokok yang tinggi serta daya beli masyarakat yang menurun turut memengaruhi jumlah pengunjung. Meski demikian, Tedi memilih untuk tidak menaikkan harga.
“Sekarang memang agak sulit. Harga lauk tinggi dan ekonomi belum stabil. Tapi harga lapak masih tetap Rp50.000 per hari. Pemancingan di sini sistem harian, bukan galatama. Saya berharap ekonomi segera membaik dan pemancing tetap datang setiap hari,” tambahnya.
Pemancingan milik Tedi buka setiap hari, mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, dan dilanjutkan kembali pada malam hari pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Ir. H. Juanda, Lewikaung, RT 01/03, Rangkasbitung Barat, Kabupaten Lebak, Banten.
Tedi pun mengundang masyarakat, khususnya warga Rangkasbitung dan sekitarnya, untuk datang dan menikmati suasana santai sambil memancing di tempatnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung setia, Usup (47), warga Jaura, Rangkasbitung Timur, mengaku puas dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan.
“Tempatnya bersih, airnya jernih, dan nyaman. Kita juga bisa santai sambil ngopi karena ada kafe. Ada musala juga, jadi lengkap. Harganya standar, cuma Rp50.000 per lapak,” kata Usup.
Menurutnya, pemancingan tersebut menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu luang, terutama di bulan Ramadan.
“Di tengah Ramadan seperti sekarang, enak buat ngabuburit atau menunggu sahur sambil mancing,” pungkasnya.
Usaha pemancingan Tedi Lele menjadi contoh nyata bahwa dengan ketekunan dan semangat, pelaku usaha kecil tetap mampu bertahan bahkan terus berkembang, meski di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. (Gus)

Posting Komentar