Regen Abdul Aris Soroti Pelayanan RSUD Adjidarmo, Warganet Dukung Sikap Tegas Bela Masyarakat Kecil
LEBAK, BeritaKilat.com - Pelayanan kesehatan di RSUD Adjidarmo kembali menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (22/4/2026), saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Sorotan tersebut mencuat setelah Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PPP, Regen Abdul Aris, menyampaikan keprihatinannya atas dugaan lemahnya pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat marjinal di daerah pemilihannya.
Dalam rapat yang turut dihadiri Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, Regen mengungkap kasus pasien yang hendak menjalani operasi sesar namun terkendala karena ketiadaan benang jahit medis. Akibat kondisi tersebut, pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kota Serang, namun bayi yang dikandung tidak tertolong.
“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi menyangkut nyawa manusia. Harus ada perbaikan serius,” tegas Regen.
Ia menegaskan bahwa sikap kritisnya merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil yang sangat bergantung pada layanan fasilitas kesehatan milik pemerintah. Menurutnya, negara harus hadir secara nyata dalam menjamin layanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi.
Di tengah sorotan tersebut, dukungan dari masyarakat pun mengalir, khususnya di media sosial. Banyak warganet menilai langkah Regen sebagai bentuk keberanian dan kepedulian nyata terhadap rakyat kecil yang selama ini kerap kesulitan mengakses layanan kesehatan optimal.
Sejumlah komentar menyebutkan bahwa apa yang disampaikan Regen mencerminkan kondisi riil yang dirasakan masyarakat. Warganet juga berharap agar kritik tersebut menjadi titik awal pembenahan serius di tubuh RSUD Adjidarmo.
“Ini suara rakyat yang jarang tersampaikan. Kami butuh wakil rakyat yang berani seperti ini,” tulis salah satu warganet.
Dukungan lain juga menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap kelompok rentan, terutama dalam sektor kesehatan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Menanggapi hal itu, Regen menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal isu pelayanan publik, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.
“Selama masih ada masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan layak, kami akan terus bersuara. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan politik kami,” ujarnya.
Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari ketersediaan alat kesehatan hingga kesiapan sistem pelayanan darurat.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Red)

Posting Komentar