Warga Desa Tambiluk Keluhkan Jumlah Bantuan Pangan yang Diterima Tidak Sesuai Informasi pada Barcode
SERANG, BeritaKilat.com – Sejumlah warga Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, mengeluhkan jumlah bantuan pangan yang diterima dalam program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional melalui Bulog. Pasalnya, warga mengaku hanya menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, sementara berdasarkan informasi yang tercantum pada barcode penerima, bantuan yang seharusnya diterima disebut mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Keluhan tersebut mencuat usai penyaluran bantuan yang berlangsung pada Selasa lalu di Desa Tambiluk.
Salah seorang Ketua RT 04 yang turut terlibat dalam pendataan penerima manfaat membenarkan adanya pembagian bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jumlah penerima yang diusulkan tidak seluruhnya disetujui.
"Saya selaku RT 04 awalnya mengajukan sebanyak 48 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kepada pemerintah desa. Namun yang disetujui sebanyak 35 orang. Setelah barcode diterbitkan, jumlah yang mendapatkan bantuan tercatat sebanyak 28 orang," ujarnya.
Menurutnya, warga yang menerima bantuan hanya mendapatkan satu karung beras berisi 10 kilogram dan dua kemasan minyak goreng masing-masing berisi satu liter.
Keterangan serupa disampaikan oleh salah seorang warga penerima bantuan yang meminta identitasnya dirahasiakan.
"Iya betul, saya hanya menerima satu karung beras isi 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter. Padahal dari informasi yang saya lihat pada barcode, tercantum bantuan sebanyak dua karung beras dan minyak goreng 4 liter," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tambiluk, Engkos Kosasih, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa mekanisme penyaluran bantuan tersebut telah dibahas bersama para Ketua RT dan RW.
"Itu terkait bantuan tersebut sudah dirapatkan bersama RT dan RW," singkat Engkos.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bulog maupun instansi terkait mengenai perbedaan antara informasi bantuan yang tercantum pada barcode dengan jumlah bantuan yang diterima warga.
Masyarakat berharap adanya penjelasan resmi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait mekanisme dan besaran bantuan pangan yang disalurkan kepada penerima manfaat. (Sopian)

Posting Komentar