SONY BUKA MULUT, LEBIH 20 NAMA BEREDAR ! Kasus MBG Terancam Menyeret Lingkaran Kekuasaan?
JAKARTA,BeritaKilat.com -Pengakuan seorang tersangka kerap menjadi awal dari terbongkarnya sebuah jaringan.
Hal itu pula yang kini membuat kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menyita perhatian publik. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang kini berstatus tersangka, dikabarkan mengajukan diri sebagai justice collaborator dan menyerahkan sejumlah informasi kepada penyidik Kejaksaan Agung.
Namun yang membuat publik terkejut bukan sekadar status justice collaborator tersebut.
Melainkan munculnya daftar lebih dari 20 nama yang diklaim disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sony Sonjaya.
Nama-nama yang beredar bukan nama sembarangan. Sejumlah pejabat pemerintah, anggota DPR, aparat penegak hukum hingga tokoh publik disebut dalam daftar yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Di antaranya terdapat nama Dudung Abdurachman, Bima Arya Sugiarto, Ahmad Riza Patria, Afriansyah Noor, Felly Estelita Runtuwene, Putih Sari, Yahya Zaini, Cucun Ahmad Syamsurijal, Uya Kuya, Irma Chaniago, Muslim Ayub, hingga beberapa nama lain yang disebut dalam daftar yang beredar luas.
Bahkan terdapat penyebutan unsur Kadin, GAMBI, serta dua orang kolonel yang disebut sebagai usulan AHY.
Publik pun mulai bertanya-tanya.
Mengapa begitu banyak nama muncul?
Apa kaitannya dengan perkara yang sedang diusut?
Apakah mereka hanya disebut dalam keterangan, atau ada fakta hukum yang sedang didalami penyidik?
Hingga saat ini, belum ada jawaban resmi.
Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan yang membenarkan maupun membantah daftar yang beredar tersebut. Belum ada pula informasi resmi mengenai status hukum nama-nama yang muncul dalam daftar itu.
Namun satu hal yang sulit dibantah, munculnya daftar tersebut telah menimbulkan gelombang tekanan publik agar penyidik membuka perkara ini secara terang-benderang.
Kasus MBG bukan perkara kecil.
Program yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek strategis nasional itu menggunakan anggaran besar dan menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan yang terjadi di dalamnya akan selalu menjadi perhatian publik.
Kini sorotan tidak lagi tertuju hanya kepada para tersangka yang telah diumumkan.
Sorotan mulai bergerak ke arah yang lebih luas.
Jika Sony benar-benar membuka informasi penting kepada penyidik, publik berharap pengusutan tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.
Masyarakat ingin melihat apakah hukum mampu menembus tembok kekuasaan, atau kembali berhenti ketika berhadapan dengan nama-nama besar.
Di tengah derasnya spekulasi, satu pertanyaan mulai bergema di ruang publik:
Jika satu orang mulai bicara, siapa yang mulai gelisah?
Catatan Redaksi: Nama-nama yang disebut dalam berita ini berasal dari daftar yang beredar di publik dan diklaim tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hingga berita ini diterbitkan belum terdapat pernyataan resmi dari Kejaksaan Agung mengenai keterlibatan maupun status hukum pihak-pihak yang disebut. Oleh karena itu, seluruh pihak tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Wal)

Posting Komentar