Trah Jayabaya dan Perjalanan Pembangunan Kabupaten Lebak: Dari Daerah Tertinggal Menuju Daerah yang Lebih Kompetitif
LEBAK, BeritaKilat.com – Kabupaten Lebak dalam dua dekade terakhir mengalami berbagai perubahan yang cukup signifikan. Di bawah kepemimpinan keluarga besar Jayabaya, mulai dari era Mulyadi Jayabaya, dilanjutkan Iti Octavia Jayabaya, hingga kini dipimpin Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, pembangunan di berbagai sektor terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Mulyadi Jayabaya yang memimpin Kabupaten Lebak selama dua periode (2003-2013) dikenal sebagai sosok yang meletakkan fondasi pembangunan daerah. Pada masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan infrastruktur dasar, konektivitas antarwilayah, serta penguatan pelayanan publik mulai digencarkan guna membuka keterisolasian sejumlah wilayah di Lebak yang memiliki karakter geografis cukup menantang.
Tongkat estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh putrinya, Iti Octavia Jayabaya, yang menjabat Bupati Lebak selama hampir satu dekade, sejak 2014 hingga 2023. Di era ini, Kabupaten Lebak mencatat sejumlah capaian penting yang mendapat perhatian publik maupun pemerintah pusat.
Salah satu capaian paling menonjol adalah keberhasilan Kabupaten Lebak keluar dari status daerah tertinggal pada tahun 2019. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak sejarah penting karena menunjukkan adanya peningkatan pada berbagai indikator pembangunan, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pelayanan dasar hingga kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lebak juga berhasil mengembangkan sektor pariwisata melalui branding "Lebak Unique" yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata. Strategi tersebut dinilai berhasil meningkatkan citra daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pada masa kepemimpinan Iti, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Pemerintah daerah secara konsisten menempatkan ketiga sektor tersebut sebagai prioritas pembangunan daerah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Prestasi lainnya adalah diraihnya penghargaan Adipura pada tahun 2019 yang menunjukkan keberhasilan penataan lingkungan dan tata kelola perkotaan di Kabupaten Lebak. Berbagai ruang publik, taman kota, dan kawasan strategis juga mengalami pembenahan sehingga wajah ibu kota kabupaten semakin tertata.
Memasuki periode 2025-2030, kepemimpinan Kabupaten Lebak kini berada di tangan Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya. Sebagai generasi penerus, Hasbi menghadapi tantangan yang berbeda, yakni melanjutkan pembangunan yang telah berjalan sekaligus menjawab tuntutan zaman yang semakin kompetitif.
Pengamat pemerintahan daerah menilai bahwa kesinambungan kepemimpinan dapat menjadi keuntungan apabila diiringi dengan inovasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Dengan modal pengalaman pembangunan yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, Kabupaten Lebak memiliki peluang untuk terus meningkatkan daya saing daerah, memperkuat sektor ekonomi lokal, mengembangkan pariwisata, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Meski berbagai tantangan masih ada, terutama terkait pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, perjalanan pembangunan Kabupaten Lebak menunjukkan adanya transformasi yang cukup nyata dibandingkan dua dekade lalu. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari warisan pembangunan yang telah dibangun secara berkelanjutan dari masa Mulyadi Jayabaya, diteruskan Iti Octavia Jayabaya, hingga kini berada di bawah kepemimpinan Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya. (Red)

Posting Komentar