Jarak Kios Jauh, Petani Desa Citepuseun Lebak Minta Pemerintah Hadirkan Agen Pupuk di Desa
LEBAK, BeritaKilat.com – Ratusan petani di Desa Citepuseun, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, mendesak pemerintah agar menghadirkan kios resmi pupuk bersubsidi di wilayah desa mereka.
Pasalnya, jarak tempuh yang jauh menuju kios resmi saat ini membuat petani harus mengeluarkan biaya ekstra yang cukup tinggi untuk ongkos transportasi.
Abudin, salah seorang warga Desa Citepuseun, mengungkapkan bahwa meskipun harga pupuk di kios resmi sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, biaya akomodasi justru menjadi beban berat bagi para petani kecil.
"Sekalipun harga di kios itu standar HET, warga harus mengeluarkan uang tambahan untuk biaya ongkos minimal Rp50 ribu bahkan sampai Rp100 ribu sekali jalan," ujar Abudin saat memberikan keterangan kepada media, [Sabtu, 18/4/2026].
Menurutnya, kendala utama terletak pada ketiadaan kendaraan pribadi yang dimiliki sebagian besar petani. Kondisi ini membuat mereka sangat bergantung pada jasa transportasi ojek untuk mengangkut pupuk dari luar desa ke lahan pertanian mereka.
"Bagi yang punya motor pribadi mungkin bisa ambil langsung. Tapi bagi petani yang tidak punya kendaraan, mereka sangat bergantung pada jasa ojek yang tarifnya lumayan besar. Ini sangat memberatkan kantong petani," tambahnya.
Warga Desa Citepuseun berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui dinas terkait dapat mengevaluasi distribusi pupuk dan mempermudah izin pendirian kios resmi di tiap wilayah desa.
Harapannya, program pupuk subsidi yang bertujuan menyejahterakan petani bisa tepat sasaran dan benar-benar meringankan biaya produksi karena aksesnya yang lebih dekat.
"Kami sangat berharap pemerintah mendengarkan aspirasi ini. Keberadaan kios di tingkat desa akan sangat mempermudah akses kami dalam mendapatkan pupuk subsidi tanpa harus terbebani ongkos angkut yang mahal," pungkas Abudin. (Dhee)

Posting Komentar