DLH Lebak dan Semangat Mewujudkan Lebak Hijau Menuju Adipura
LEBAK, BeritaKilat.com - Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan hidup, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Lebak yang berkelanjutan.
Kabupaten Lebak saat ini tengah memasuki fase pembangunan baru di bawah kepemimpinan Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah. Pemerintah Kabupaten Lebak menetapkan visi pembangunan daerah 2025-2029 yakni mewujudkan Kabupaten Lebak yang Rukun, Unggul, Hegar, Aman dan Yakin (RUHAY). Salah satu misi yang menjadi perhatian penting adalah memperkuat harmonisasi lingkungan melalui pemeliharaan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup serta pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim.
Misi tersebut menjadi landasan strategis bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak dalam menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan, pengendalian pencemaran, penghijauan, serta penanganan sampah yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, bersama seluruh jajaran terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Berbagai program edukasi, gerakan kebersihan, hingga penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Salah satu target besar yang tengah diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Lebak adalah meraih penghargaan Adipura, penghargaan bergengsi dari pemerintah pusat yang diberikan kepada daerah dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan kebersihan, persampahan, dan lingkungan hidup. Program Adipura saat ini tidak hanya menilai kebersihan fisik semata, tetapi juga tata kelola lingkungan yang terintegrasi, berbasis data, serta melibatkan partisipasi masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Lebak terus melakukan berbagai persiapan menuju penilaian Adipura. Dinas Lingkungan Hidup bersama perangkat daerah, sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat melakukan pembenahan di berbagai titik pantau, mulai dari kawasan perkantoran, sekolah, pasar, terminal, stasiun, fasilitas kesehatan hingga tempat pengelolaan sampah. Sebanyak puluhan titik strategis telah menjadi fokus evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan.
Meski hasil penilaian Adipura 2025 masih menempatkan Kabupaten Lebak dalam kategori pembinaan, pemerintah daerah menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan secara lebih optimal. Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan meraih Adipura tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan arahan Bupati Lebak yang menekankan pentingnya pembangunan yang realistis, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi seluruh elemen daerah, pembangunan lingkungan hidup diharapkan menjadi salah satu fondasi utama menuju Kabupaten Lebak yang maju, sehat, dan berkelanjutan.
Pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah ini, semangat hijrah dapat dimaknai sebagai perubahan menuju kondisi yang lebih baik, termasuk dalam membangun budaya hidup bersih, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, cita-cita menjadikan Kabupaten Lebak sebagai daerah yang bersih, hijau, nyaman, dan mampu meraih penghargaan Adipura bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. (Red)

Posting Komentar