JA Bantah Tuduhan Penggelapan BLT Dana Desa Binong, Tegaskan Bantuan Sudah Disalurkan Seluruhnya
SERANG, BeritaKilat.com – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan penggelapan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, perangkat desa yang disebut dalam pemberitaan, JA, akhirnya memberikan klarifikasi dan bantahan atas tuduhan tersebut.
JA menegaskan bahwa bantuan sosial BLT Dana Desa Tahun Anggaran 2026 tersebut pada dasarnya telah disalurkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, ia mengakui sempat terjadi keterlambatan penyaluran kepada lima orang penerima karena adanya kendala teknis terkait alamat penerima manfaat.
“Tidak benar saya menilep atau menggelapkan uang bantuan tersebut. Semua bantuan sudah dibagikan kepada penerima. Saat itu memang ada keterlambatan untuk lima orang karena kami memastikan by name by address agar bantuan tidak salah sasaran,” ujar JA saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, pada saat proses penyaluran berlangsung dirinya sedang memiliki kegiatan di luar, sehingga dana bantuan sementara dititipkan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) untuk kemudian diserahkan kepada penerima manfaat.
“Saat itu kebetulan saya ada kegiatan di luar, jadi saya titipkan dulu ke Pak Sekdes. Namun pada waktu bersamaan desa juga sedang ada pemeriksaan dari Inspektorat, sehingga penyaluran kepada lima penerima tersebut sempat tertunda karena faktor waktu,” jelasnya.
Menurut JA, saat ini seluruh bantuan kepada 15 KPM sudah disalurkan sepenuhnya dan tidak ada lagi persoalan terkait dana BLT tersebut.
Ia juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang menurutnya belum melakukan konfirmasi langsung kepada dirinya sebelum dipublikasikan.
“Saya juga menyayangkan kenapa tidak konfirmasi dulu kepada saya sebelum berita naik supaya informasinya berimbang. Tapi sudahlah, yang penting sekarang bantuan sudah diterima semua oleh masyarakat dan tidak ada masalah lagi,” katanya.
JA berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Ia juga mengajak warga untuk lebih mengedepankan komunikasi dengan pihak desa apabila terdapat persoalan terkait bantuan sosial maupun pelayanan pemerintahan lainnya.
“Kami berharap masyarakat jangan langsung berprasangka buruk. Kalau ada persoalan terkait bansos atau pelayanan desa, silakan tanyakan dulu ke pihak desa supaya jelas duduk persoalannya. Pemerintah desa pada dasarnya ingin memberikan pelayanan terbaik dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (Red)

Posting Komentar