Momen Halal Bihalal, Saatnya Menyatukan Langkah Demi Lebak yang Lebih Maju
LEBAK, BeritaKilat.com – Suasana Halal Bihalal yang digelar Pemerintah Kabupaten Lebak di Pendopo pada Senin (30/03/2026) sejatinya menjadi ruang silaturahmi, saling memaafkan, sekaligus mempererat kebersamaan. Di tengah dinamika yang sempat menghangat antara Bupati Moch. Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah, publik justru melihat ini sebagai bagian dari proses menuju kedewasaan dalam memimpin.
Momentum ini diharapkan tidak berhenti pada perbedaan pandangan, melainkan menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi, memperbaiki komunikasi, dan menyatukan visi besar demi kemajuan Kabupaten Lebak.
Pentingnya Menjaga Ritme dan Harmoni Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Bupati Hasbi mengingatkan pentingnya menjalankan roda pemerintahan sesuai aturan dan koridor yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi fondasi agar tata kelola tetap berjalan tertib, terarah, dan akuntabel.
Sementara itu, Wakil Bupati Amir Hamzah mengajak semua pihak untuk tetap menjaga etika, kesantunan, serta nilai-nilai kebersamaan dalam setiap ruang komunikasi, terlebih dalam forum resmi yang sarat makna seperti Halal Bihalal.
Perbedaan cara pandang yang muncul bukanlah sesuatu yang harus dipertajam, melainkan dirajut menjadi kekuatan. Sebab dari perbedaan, lahir keseimbangan; dari dialog, tumbuh pemahaman.
Masyarakat Mendambakan Ketenangan dan Pembangunan
Di tengah dinamika tersebut, masyarakat Lebak memiliki harapan yang sederhana namun mendalam: hadirnya pemerintahan yang rukun, solid, dan fokus bekerja.
Lebak masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur, ekonomi masyarakat, hingga pemerataan kesejahteraan. Karena itu, energi kepemimpinan diharapkan tidak tersita oleh perbedaan, tetapi diarahkan sepenuhnya untuk menjawab kebutuhan rakyat.
Masyarakat ingin melihat para pemimpinnya berjalan berdampingan—bukan saling berseberangan. Bersama membangun, bersama mengurai ketertinggalan, dan bersama menghadirkan perubahan nyata.
Saatnya Merajut Kembali dalam Semangat Kebersamaan
Halal Bihalal adalah tentang hati yang kembali bersih, tentang ruang yang kembali dipersatukan. Dalam semangat kearifan lokal “Silih Asah, Silih Asuh, Silih Asih”, setiap perbedaan seharusnya menjadi jalan untuk saling menguatkan, bukan memisahkan.
Kini saatnya semua pihak menurunkan ego, membuka ruang dialog, dan mempererat kembali tali kebersamaan. Sebab pada akhirnya, yang paling utama bukanlah siapa yang benar, melainkan bagaimana Lebak bisa bergerak maju dengan kepemimpinan yang utuh dan harmonis.
Lebak tidak butuh kegaduhan.
Lebak butuh kerja nyata. (Red)

Posting Komentar