Maju Bersama BAZNAS, ReliQ Antar Anak Masyarakat Adat Kasepuhan Karang Kuliah di PTN
LEBAK, BeritaKilat.com – Rumah Edukasi dan Literasi Al-Qur'an (ReliQ) menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi anak-anak dari Masyarakat Hukum Adat melalui program pembinaan pendidikan berkelanjutan.
Melalui pendekatan keagamaan, dukungan akademik, moral, dan motivasi, ReliQ konsisten hadir sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.Tahun ini, ReliQ bekerja sama dengan BAZNAS RI menggelar program Pendidikan dan Dakwah bertema "Merajut Mimpi Pendidikan Tinggi".
Program ini berfokus pada pendampingan serta fasilitasi generasi muda tingkat SMP dan SMA di Masyarakat Hukum Adat Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak, Banten, agar dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
"Alhamdulillah, upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Pada tahun ini, anak dampingan ReliQ berhasil lolos seleksi dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)," ujar Direktur ReliQ, Muflihin, dalam keterangan tertulisnya.
Muflihin menambahkan, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis maupun sosial bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi, asalkan ada bimbingan yang tepat dan dukungan berkelanjutan.
Keberhasilan ini disambut haru oleh Tia Setiawati, salah satu anak adat dampingan ReliQ yang berhasil menembus seleksi PTN. Tia mengaku sangat bersyukur atas kesempatan berharga yang ia dapatkan.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ReliQ dan BAZNAS RI atas segala bimbingan, dukungan, dan kesempatan yang telah diberikan. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga harapan baru bagi anak-anak dari Masyarakat Adat Kasepuhan Karang," tutur Tia.
Tia menceritakan bahwa dirinya tumbuh dalam keterbatasan. Namun, proses pendampingan yang ia lalui di ReliQ mengajarkannya untuk tidak membatasi mimpi berdasarkan keadaan. Dari tempat yang sederhana, ia dididik untuk berani melangkah jauh dan percaya pada kekuatan usaha serta doa.
"Pesan saya untuk teman-teman lainnya, khususnya yang berasal dari latar belakang yang sama, jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Teruslah berusaha, percaya pada diri sendiri, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada," lanjut Tia memberi motivasi.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif para fasilitator lapangan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru, hingga pegiat sosial. Mereka terlibat langsung dalam proses pendampingan belajar, pembinaan karakter, hingga pemberian dukungan emosional di setiap tahapan seleksi.
Pihak ReliQ berharap pencapaian ini dapat menjadi langkah awal bagi para penerima manfaat untuk terus berkembang, sekaligus memicu kepedulian publik yang lebih luas terhadap pendidikan anak-anak di daerah adat.
"Semoga langkah kecil ini menjadi awal bagi perubahan yang lebih besar. Semoga ReliQ dan BAZNAS RI bisa terus hadir menjadi jembatan harapan bagi lebih banyak generasi muda, agar tidak ada lagi mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan," pungkas Muflihin. (Dhee)

Posting Komentar