Dinamika Politik Menghangat,Ketua PPWI Lebak: “Lebak Ruhay” sebagai Jiwa, Introspeksi sebagai Jalan Bersama
LEBAK, BeritaKilat.com – Dinamika yang terjadi dalam momentum Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Lebak patut disikapi dengan bijak dan penuh kejernihan hati. Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Lebak, Abdul Kabir Albantani, menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan introspeksi bersama, bukan untuk saling menyalahkan.
“Ini saatnya kita semua bercermin. Dalam setiap langkah, manusia tentu tidak luput dari kekhilafan. Karena pada hakikatnya, kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT,” ujar Kabir dengan nada menyejukkan.
Ia menegaskan bahwa perbedaan yang muncul di ruang publik hendaknya tidak diperbesar, melainkan dijadikan pelajaran untuk memperbaiki komunikasi dan memperkuat kebersamaan. Menurutnya, masyarakat Lebak saat ini lebih membutuhkan keteduhan daripada polemik yang berlarut.
“Kita harus kembali pada niat awal, bahwa kepemimpinan adalah amanah. Amanah itu akan terasa ringan jika dijalankan dengan kebersamaan, saling menghargai, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” lanjutnya.
Abdul Kabir juga kembali mengangkat pentingnya menjaga semangat “Lebak Ruhay” sebagai identitas dan ruh pembangunan daerah. Ia menilai bahwa slogan tersebut harus benar-benar dihidupkan dalam sikap, bukan hanya diucapkan.
“Lebak Ruhay itu adalah cerminan semangat masyarakat—hidup, bergerak, dan penuh harapan. Maka pemimpinnya pun harus menghadirkan kesejukan, kekompakan, dan energi positif yang menyatukan,” tegasnya.
Menurutnya, ketika nilai “Lebak Ruhay” dijadikan pijakan, maka setiap perbedaan akan menemukan ruang untuk diselaraskan melalui dialog yang sehat dan penuh kebijaksanaan.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang dapat memperdalam perbedaan. Sebaliknya, momentum ini harus dijadikan titik balik untuk memperkuat sinergi dan memperbaiki langkah ke depan.
“Masyarakat Lebak tidak butuh kegaduhan. Mereka ingin melihat pemimpinnya rukun, fokus bekerja, dan hadir dengan solusi nyata. Kita masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Kabir berharap agar semangat kebersamaan kembali dirajut dengan tulus, demi masa depan Lebak yang lebih baik.
“Jadikan ini sebagai pelajaran bersama. Turunkan ego, perbanyak dialog, dan kuatkan niat untuk membangun. Biarkan ‘Lebak Ruhay’ tetap menjadi nyala semangat kita—ikon yang bukan hanya dibanggakan, tapi juga dihidupkan dalam setiap langkah menuju kemajuan,” pungkasnya. (*)

Posting Komentar