-->
Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
BeritaKilat.Com
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
BeritaKilat.Com
Telusuri
Beranda Headline Diduga Kuat Kelompok P3A Desa Sindanghayu Hanya Dijadikan Boneka, Pekerjaan Diborong Kades
Headline

Diduga Kuat Kelompok P3A Desa Sindanghayu Hanya Dijadikan Boneka, Pekerjaan Diborong Kades

Berita Kilat
Berita Kilat
20 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 


‎Pandeglang, BeritaKilat.com - Berawal informasi dari salah satu  warga masyarakat  yang mengabarkan langsung kepada wartawan  bahwa tepat nya di desa Sindanghayu kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang propinsi Banten, ada salah satu ketua kelompok tani (POKTAN) P3A ( perkumpulan petani pemakai air) diduga hanya di jadikan boneka oleh kepala desa (KADES). 20/09/2025

‎Padahal program P3-TGAI ( program percepatan peningkatan tata guna air irigasi ) yang tergabung dalam perkumpulan petani pemakai air (P3A) yang di kelola melalui kementrian pusat. PUPR  yang di tunjuk untuk kepentingan rakyat terutama kepada kelompok kelompok tani yang bersifat padat atau sewa kelola ini tanpa di pihak ketiga kan yang  bersumber dari  anggaran pembelanjaan Biaya negara (APBN) kementrian sebesar kurang lebih Rp 195 jutaan

‎Sementara itu ketika wartawan sempat  mendatangi langsung di rumah kediaman,  Encep mantan ketua rukun tetangga (RT)  yang sekaligus ia mengaku ia adalah selaku ketua kelompok p3a "Sindang hayu berseri" mengaku dan menerangkan bahwa dirinya hanya di jadikan boneka saja di program P3-TGAI bahkan uang yang sudah kami  diterimamelslui bendahara  tahap satu 70  % sebesar kurang lebih Rp 145  lebih itu sudah di ambil langsung dan di bawa oleh kepala desa, saya hanya di kasih Rp 1 juta saja ungkap nya 

‎Menurut Hasan Subandi warga setempat jikalau fakta dilapangan benar menunjukan bahwa ketua kelompok tani  hanya menjadi simbol alias menjadi boneka saja tanpa kewenangan itu jelas sudah mencederai prinsip demokrasi seolah kelompok tani di jadikan sapi perah di peras,  di jajah, janganlah petani di jadikan ladang untuk meraup mencari keuntungan pribadi alias memperkaya diri ucap Hasan Subandi 

‎Lebih jauh Hasan Subandi juga meminta kepada dinas BBWSC3  pihak KMB serta TPM serta APH terkait tidak hanya diam jangan menjadi stempel kebijakan dinas terkait dan jangan jadi penonton kalau ada indikasi KKN pihak pihak terkait wajib bersuara bukan malah tutup mata  jangan bermain main dengan uang rakyat  cepat atau lambat pasti akan berhadapan dengan hukum tandas nya (tim/red)

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar



























Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan, Dinas PUPR Lebak Rutin Lakukan Pemeliharaan Bahu Jalan Gunung Kencana – Malingping

Berita Kilat- Agustus 31, 2026 0
Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan, Dinas PUPR Lebak Rutin Lakukan Pemeliharaan Bahu Jalan Gunung Kencana – Malingping
​ LEBAK, BeritaKilat.com – Guna memberikan kenyamanan serta jaminan keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui D…

Advertiser

Advertiser


Iklan KPU

Iklan KPU
Lounching Jingle

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

BeritaKilat.Com

About Us

BeritaKilat.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: beritakilat7@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2026 BeritaKilat.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber