Bareskrim Turun Tangan Usut Blackout Sumatera, Sistem Kelistrikan Disorot
JAMBI, BeritaKilat.com – Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera selama berjam-jam kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri menerjunkan tim investigasi ke Kabupaten Muara Jambi untuk menyelidiki penyebab utama blackout yang mengganggu aktivitas masyarakat dan sektor pelayanan publik.
Gangguan sistem kelistrikan yang disebut bermula dari jalur transmisi di Jambi itu menyebabkan listrik padam di sejumlah daerah seperti Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh sejak Jumat (22/5/2026) sore. Dampaknya terasa luas, mulai dari lumpuhnya aktivitas usaha, terganggunya layanan masyarakat, hingga munculnya pertanyaan publik terkait keandalan sistem kelistrikan nasional di Pulau Sumatera.
Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni mengatakan pihaknya telah mengirim tim ke lokasi putusnya sambungan SUTET 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Muara Jambi.
“Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri diterjunkan ke titik putus sambungan untuk menyelidiki penyebab blackout yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera,” ujar Irhamni dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri dan pihak PLN. Barang bukti berupa konduktor yang putus telah diamankan dan dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut guna memastikan apakah kerusakan terjadi akibat faktor teknis, cuaca ekstrem, atau kemungkinan lain.
“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.
Meski penyelidikan masih berlangsung, Bareskrim menyatakan sementara ini belum ditemukan indikasi unsur kesengajaan manusia dalam insiden tersebut. Namun, aparat memastikan proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh mengingat dampak blackout yang sangat besar terhadap masyarakat.
Di sisi lain, PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan indikasi awal menunjukkan adanya gangguan pada transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu faktor cuaca.
Gangguan tersebut menyebabkan sistem transmisi utama keluar dari jaringan kelistrikan Sumatera dan memicu ketidakseimbangan pasokan listrik. Di beberapa wilayah terjadi oversupply akibat hilangnya beban secara mendadak, sementara wilayah lain mengalami defisit daya sehingga pembangkit listrik otomatis lepas dari sistem untuk melindungi jaringan.
Peristiwa ini kembali memunculkan kritik terhadap ketahanan infrastruktur kelistrikan nasional, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem dan gangguan pada jalur transmisi utama. Publik kini menunggu hasil investigasi menyeluruh dari Bareskrim, PLN, dan Kementerian ESDM untuk memastikan penyebab pasti sekaligus langkah pencegahan agar blackout serupa tidak kembali terulang.(wal)

Posting Komentar