Aktivis Lebak Selatan Soroti Ketimpangan Penyaluran Bansos Pangan Awal Tahun 2026
LEBAK, BeritaKilat.com – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Pangan di Kabupaten Lebak pada awal tahun 2026 kembali mendapat perhatian publik. Aktivis Lebak Selatan, Riko Roland, menyayangkan masih adanya ketimpangan distribusi yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Riko menilai fenomena bantuan yang "salah sasaran" ini seolah menjadi persoalan menahun yang belum menemukan solusi permanen. Berdasarkan pantauan di lapangan, ia menemukan dinamika sosial di mana warga dengan kondisi ekonomi yang relatif stabil justru terdaftar sebagai penerima, sementara warga yang berada di garis kemiskinan justru terlewati.
"Sebagai bagian dari agent of social control, kami merasa terpanggil untuk mengawal persoalan ini. Sangat disayangkan bantuan pangan yang seharusnya menjadi penyambung hidup warga kurang mampu, justru memicu polemik akibat akurasi data distribusi yang belum optimal," ujar Riko Roland dalam keterangan tertulisnya, Jumat (03/04/2026).
Salah satu potret memprihatinkan ditemukan di sebuah desa di Kecamatan Cihara. Riko mengungkapkan adanya seorang warga yang berprofesi sebagai ojek pangkalan dengan kondisi ekonomi terbatas dan harus menumpang di rumah anaknya, namun hingga kini belum pernah tersentuh program bantuan pangan dari pemerintah.
"Temuan di Cihara ini merupakan potret kecil dari persoalan yang lebih besar. Sangat kontras ketika warga yang hidup dalam keterbatasan justru tidak masuk dalam radar bantuan, sementara ada pihak lain yang lebih mampu secara ekonomi malah mendapatkannya. Hal ini tentu mencederai rasa keadilan sosial di tengah masyarakat," tambah Riko.
Melalui rilis ini, Riko berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi dan validasi data secara lebih faktual dan transparan. Langkah ini dinilai krusial agar setiap program bantuan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan di pelosok Kabupaten Lebak. (Dhee)

Posting Komentar