Kekayaan Alam Bayah Dieksploitasi Sejak Masa Penjajahan, Warga Lebak Selatan: Jangan Sampai Terulang!
LEBAK, BeritaKilat.com – Sejarah kelam masa penjajahan di tanah Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menjadi sorotan dan pengingat penting bagi generasi muda.
Wilayah yang dikenal kaya akan mineral dan batubara ini menyimpan rekam jejak perjuangan berat, di mana rakyatnya pernah dipaksa menjadi Romusha demi eksploitasi batubara oleh pihak Jepang.
Eksploitasi besar-besaran di masa lalu tersebut bahkan memicu perhatian sang proklamator, Sukarno, yang memilih strategi kompromi guna membangun kekuatan rakyat setempat menuju gerbang kemerdekaan Indonesia.
Sejarah panjang ini dinilai harus menjadi cerminan dan pelajaran moral yang mendalam bagi pengelolaan wilayah Lebak Selatan di era modern.
Harapannya, kekayaan alam melimpah yang dimiliki saat ini tidak lagi menjadi alasan terjadinya eksploitasi sepihak yang mengorbankan lingkungan demi kepentingan segelintir pihak.
"Sebagai pribumi Lebak Selatan, saya melihat sejarah itu harus menjadi pelajaran, jangan sampai kekayaan Lebak Selatan hari ini kembali menjadi alasan untuk mengeksploitasi tanah dan merusak lingkungan Lebak Selatan," ujar Dede Yusuf S.IP,sekaligus warga asli Lebak Selatan dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Amay menegaskan bahwa jika pada masa lampau tanah Bayah dikuras habis oleh penjajah asing, maka di masa kemerdekaan ini jangan sampai pola yang sama terulang kembali oleh oknum-oknum yang hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa memedulikan dampak lingkungan jangka panjang.
Kesadaran kolektif dari masyarakat dan ketegasan regulasi dinilai menjadi kunci utama agar kelestarian alam Lebak Selatan tetap terjaga. (Dhee)

Posting Komentar