Tower Indosat di Jawilan Disegel Warga, Diduga Ingkar Janji soal Ganti Rugi Kerusakan Akibat Sambaran Petir
Gambar Ilustrasi
SERANG , BeritaKilat.com — Sebuah tower telekomunikasi milik PT Indosat yang dikelola PT Cetratama Menara Indonesia di Kampung Wudulan, Desa Pasirbuyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, terpaksa disegel warga setempat. Tindakan tersebut dilakukan lantaran warga mengaku kecewa terhadap pihak pengelola yang dinilai belum merealisasikan tanggung jawab atas kerusakan rumah dan sejumlah perangkat elektronik akibat sambaran petir di sekitar tower.
Menurut warga, peristiwa sambaran petir tersebut telah terjadi sebanyak dua kali dan berdampak terhadap sejumlah rumah yang berada tidak jauh dari lokasi tower. Kerusakan yang dikeluhkan antara lain pada tembok rumah serta berbagai peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, dan pendingin ruangan (AC).
Warga menyebut, pada kejadian pertama, pihak pengelola sempat menyampaikan janji akan menyelesaikan persoalan dan memberikan tanggung jawab atas kerugian yang dialami. Namun, hingga kurang lebih tujuh bulan berlalu, warga mengaku belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.
Salah seorang warga yang juga Ketua Karang Taruna Desa Pasirbuyut, Nana Suryana, mengatakan rumahnya dan sejumlah rumah warga lainnya yang berada di sekitar tower mengalami kerusakan setelah kejadian tersebut.
“Kerusakan beberapa rumah, TV, kulkas, AC. Dijanjiin saja, sudah tujuh bulan sejak kejadian pertama. Sekarang kejadian lagi, rusak lagi. Makanya kami terpaksa gembok supaya pengelola bertanggung jawab,” ujar Nana.
Nana menuturkan, warga sebenarnya berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah dengan pihak pengelola. Namun, lantaran belum adanya kepastian penyelesaian, warga akhirnya mengambil langkah penyegelan sebagai bentuk protes sekaligus upaya meminta perhatian serius dari perusahaan.
“Intinya kami meminta ada tanggung jawab yang jelas. Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut,” katanya.
Warga juga berharap pihak perusahaan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan perlindungan tower, khususnya terkait potensi sambaran petir, sehingga kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, nilai total kerugian yang dialami warga masih dalam proses pendataan. Warga menyebut kerusakan terjadi pada sejumlah rumah dan peralatan elektronik, sehingga nilai kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Redaksi Berusaha Konfirmasi
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, Redaksi telah berupaya menghubungi pihak vendor/pengelola tower guna meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut, termasuk mengenai kronologi kejadian, langkah penanganan, serta tuntutan warga.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak vendor belum berhasil dikonfirmasi. Redaksi masih membuka ruang bagi pihak PT Cetratama Menara Indonesia maupun PT Indosat untuk memberikan penjelasan dan hak jawab terkait persoalan tersebut.
Warga berharap adanya pertemuan antara perusahaan, pengelola tower, dan masyarakat untuk mencari solusi atas kerugian yang mereka klaim terjadi, sekaligus memastikan keberadaan tower tersebut tidak kembali menimbulkan persoalan bagi lingkungan sekitar. (Red)




Posting Komentar