Aktivitas 'Nyalon', Skincare, hingga Rokok Dongkrak Inflasi Lebak Hingga Tertinggi di Jawa
LEBAK, BeritaKilat.com — Laju inflasi di Kabupaten Lebak melonjak tajam hingga menyentuh 4,00 persen secara tahunan (year on year) pada Agustus 2026. Angka ini tidak hanya melampaui rata-rata nasional yang berada di level 3,19 persen, tetapi juga mengukuhkan Lebak sebagai daerah dengan inflasi tertinggi se-Pulau Jawa.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Lebak hingga mencapai 112,14. Posisi Lebak menempati urutan paling atas di Pulau Jawa, berada di atas Kabupaten Sumenep (3,99 persen) dan Kabupaten Pandeglang (3,94 persen).
Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penekan utama dengan kenaikan inflasi sebesar 7,49 persen. Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak, Rahmat, mengonfirmasi bahwa tren gaya hidup seperti belanja skincare, perawatan salon, hingga produk kecantikan lainnya menjadi pemicu utama kenaikan tersebut.
"Kelompok perawatan diri serta jasa lainnya memang memberikan andil besar. Komoditas di dalamnya meliputi produk skincare, layanan salon, dan belanja perawatan pribadi lainnya," ujar Rahmat saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Di samping sektor jasa dan perawatan diri, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menyumbang lonjakan harga sebesar 4,36 persen. Menurut Rahmat, tingginya konsumsi masyarakat terhadap rokok di sektor ini turut memicu tekanan inflasi, mengingat bobot pengeluaran komoditas tersebut cukup besar.
"Mulai dari produk skincare, kebiasaan merokok, hingga jasa perawatan wajah dan rambut mengalami penyesuaian harga sehingga berdampak langsung pada inflasi," jelasnya.
Kondisi ini terbilang ironis jika dibandingkan dengan catatan tahun sebelumnya. Pada Agustus 2025, Lebak sempat menjadi wilayah dengan tingkat inflasi paling rendah di Provinsi Banten. Namun dalam rentang satu tahun, inflasi Lebak melesat ke angka 4,00 persen—jauh melampaui inflasi tingkat provinsi sebesar 2,95 persen maupun angka nasional.

Posting Komentar