Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Lebak Gencarkan Pemangkasan Pohon Peneduh
Upaya Mitigasi Pohon Tumbang Tetap Jaga Fungsi Ekologis dan Estetika Kota
LEBAK, BeritaKilat.com — Mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang disertai hujan deras dan angin kencang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak terus mengintensifkan kegiatan pemangkasan dan pemeliharaan pohon peneduh di sejumlah titik strategis kawasan perkotaan Rangkasbitung.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko pohon tumbang maupun dahan patah yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, merusak fasilitas umum, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga berdampak terhadap jaringan listrik.
Pemangkasan dilakukan terutama terhadap bagian pohon yang dinilai memiliki potensi membahayakan, seperti dahan yang sudah terlalu lebat, rapuh, kering, atau memiliki posisi yang berisiko patah ketika diterpa angin kencang.
Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan pemangkasan pohon bukan semata-mata untuk mengurangi keberadaan vegetasi di kawasan perkotaan. Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pemeliharaan agar pohon tetap sehat, aman, dan mampu menjalankan fungsi ekologisnya.
Menurutnya, proses pemangkasan dilakukan secara terukur dengan menerapkan teknik khusus atau pruning. Dengan cara tersebut, bagian pohon yang berisiko dapat dikurangi tanpa menghilangkan fungsi utama pohon sebagai peneduh sekaligus bagian penting dari ekosistem perkotaan.
“Pemangkasan ini sifatnya pemeliharaan dan pengurangan beban dahan yang rawan patah. Kami memastikan tindakan ini dilakukan tanpa menghilangkan fungsi utama pohon, baik dari sisi ekologis sebagai penyerap polusi dan penghasil oksigen maupun dari sisi estetika kota,” ujar Irvan.
Ia menjelaskan, keberadaan pohon peneduh di kawasan perkotaan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Selain memberikan keteduhan bagi masyarakat dan pengguna jalan, vegetasi juga membantu menjaga kualitas udara serta mendukung keseimbangan lingkungan.
Karena itu, DLH tidak melakukan pemangkasan secara sembarangan. Setiap tindakan pemeliharaan diupayakan tetap mempertahankan bentuk dan pertumbuhan pohon agar kawasan perkotaan tetap terlihat hijau, asri, dan tertata.
Di sisi lain, kondisi cuaca yang sulit diprediksi membuat kewaspadaan terhadap keberadaan pohon di ruang publik perlu terus ditingkatkan. Pohon dengan kondisi tertentu, terutama yang berada di dekat jalan, fasilitas umum maupun jaringan listrik, dapat menjadi potensi risiko apabila tidak mendapatkan perawatan secara berkala.
DLH Kabupaten Lebak juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga keberadaan pohon di ruang publik. Warga diimbau tidak melakukan penebangan atau pemotongan pohon secara liar karena tindakan tersebut selain dapat merusak lingkungan juga berpotensi mengganggu keamanan dan tata ruang kawasan perkotaan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan pohon atau dahan yang dinilai membahayakan, terutama pohon yang sudah lapuk, miring, kering, atau berada dalam kondisi rawan tumbang.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, upaya mitigasi diharapkan tidak hanya mampu menekan risiko kecelakaan akibat pohon tumbang, tetapi juga menjaga keberadaan ruang terbuka hijau sebagai bagian penting dari kualitas lingkungan perkotaan.
Melalui program pemangkasan dan pemeliharaan tersebut, DLH Kabupaten Lebak menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan kawasan perkotaan yang Hegar, aman, hijau, asri, dan nyaman, tanpa mengorbankan fungsi ekologis maupun estetika lingkungan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membangun kawasan perkotaan yang tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.


Posting Komentar