Tokoh Pendukung Kecewa, Asep Komar Soroti Sikap Bupati Lebak terhadap Wakilnya
LEBAK, BeritaKilat.com – Tokoh masyarakat Kabupaten Lebak, Asep Komar, yang dikenal sebagai Ketua Tim Sukses pemenangan pasangan Hasbi–Amir pada Pilkada 2024, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap dan pernyataan Bupati Lebak, Hasbi, kepada Wakil Bupati Amir Hamzah. Jumat, 03 April 2026.
Menurut Asep, pernyataan yang disampaikan Bupati terhadap wakilnya dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan, bahkan cenderung mengarah pada pembunuhan karakter. Padahal, kata dia, Amir Hamzah merupakan sosok yang memiliki kontribusi besar dalam kemenangan pasangan tersebut hingga berhasil memimpin Kabupaten Lebak periode 2024–2029.
Sebagai salah satu tokoh sentral yang terlibat langsung dalam perjuangan politik pasangan Hasbi–Amir, Asep menilai bahwa proses islah yang dilakukan pasca insiden di Pendopo Kabupaten Lebak pada Senin, 30 Maret 2026, terkesan dipaksakan dan belum mencerminkan itikad baik yang kuat.
Ia menegaskan, sikap arogan yang ditunjukkan oleh Bupati dinilai telah melukai banyak pihak, khususnya para pendukung loyal Amir Hamzah.
“Terus terang kami tidak setuju dan tidak mengakui adanya perdamaian atau permohonan maaf tersebut. Cara yang dilakukan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Tidak jantan dan tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan,” tegas Asep.
Lebih lanjut, Asep menyebut bahwa peristiwa tersebut bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu, menurutnya harus dibuat rekonsiliasi yang jelas, disertai komitmen bersama yang dituangkan dalam bentuk tertulis serta memiliki sanksi tegas apabila dilanggar.
“Harus dibuat rekonsiliasi yang jelas. Ada kesepakatan tertulis dan ada sanksi yang tegas bila dilanggar. Kalau tidak, kejadian seperti ini sangat mungkin terulang kembali,” ujarnya.
Asep juga menilai bahwa mekanisme islah yang dilakukan sebelumnya justru menimbulkan keraguan terhadap keseriusan dalam menyelesaikan persoalan.
“Kalau islah dilakukan seperti kemarin, itu terkesan ada itikad yang kurang baik. Bahkan sangat berpotensi diulang kembali,” tambahnya.
Ia menegaskan, karena pernyataan tersebut disampaikan di area publik yang dihadiri banyak pihak, maka proses permohonan maaf dan rekonsiliasi juga seharusnya dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh unsur DPRD, Kejaksaan, Kepolisian, serta instansi terkait lainnya.
“Karena ini disampaikan di ruang publik, maka penyelesaiannya juga harus terbuka. Disaksikan oleh DPRD, Kejari, Kapolres, dan pihak terkait, serta dituangkan dalam nota kesepakatan tertulis sebagai bentuk tanggung jawab,” katanya.
Asep juga mengingatkan bahwa kemenangan pasangan Hasbi–Amir dalam Pilkada tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim, termasuk basis pendukung militan Amir Hamzah. Ia menilai tidak tepat jika kemudian muncul kesan seolah-olah keberhasilan tersebut diraih secara sepihak.
“Jangan sampai ada kesan seolah-olah kemenangan ini diraih sendiri. Faktanya, tanpa dukungan kuat dari para pendukung Amir Hamzah, sangat mungkin hasilnya akan berbeda,” tegasnya.
Ia berharap ke depan, kepemimpinan di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih harmonis, menjunjung tinggi etika, serta mengedepankan sikap saling menghargai demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kepercayaan publik. (Gus/Red)

Posting Komentar