Hari Kartini: Perspektif Yatti Ruyati, Pimpinan PT Berita Kilat Indonesia “Peran Wanita dalam Era Digitalisasi Dunia”
Lebak, BeritaKilat.com – Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam berbagai lini kehidupan, terutama di tengah arus deras digitalisasi yang terus berkembang.
Bagi Yatti Ruyati, Pimpinan PT Berita Kilat Indonesia, semangat Kartini hari ini harus dimaknai lebih luas dari sekadar emansipasi klasik. Perempuan, menurutnya, kini berada pada fase baru: bukan lagi sekadar memperjuangkan kesetaraan, tetapi mengambil peran aktif sebagai penggerak perubahan di era digital.
“Dunia digital membuka ruang yang sangat luas bagi perempuan untuk berkarya, bersuara, dan berdaya. Namun, di saat yang sama, tantangannya juga semakin kompleks,” ujar Yatti.
Ia menekankan bahwa perempuan masa kini dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital yang kuat. Di tengah maraknya arus informasi, hoaks, hingga disinformasi, perempuan memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai, baik dalam keluarga maupun di ruang publik digital.
Sebagai pimpinan perusahaan media di Kabupaten Lebak, Yatti melihat langsung bagaimana peran perempuan semakin signifikan dalam industri informasi. Perempuan tidak lagi hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga subjek yang menentukan arah narasi, membangun opini publik, hingga menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.
“Di dunia jurnalistik, perempuan punya sensitivitas yang kuat terhadap isu-isu sosial. Ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadirkan berita yang lebih humanis dan berperspektif,” tambahnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti adanya tantangan serius yang masih dihadapi perempuan di era digital. Mulai dari kekerasan berbasis gender di ruang siber, tekanan sosial, hingga stereotip yang masih melekat dalam masyarakat.
Menurutnya, semangat Kartini harus diwujudkan dalam bentuk keberanian perempuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak ragu mengambil peran di ruang-ruang strategis, termasuk di sektor teknologi dan media digital.
“Perempuan hari ini harus percaya diri. Jangan hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga harus menjadi pencipta, inovator, dan pengendali arah perubahan,” tegasnya.
Yatti juga mengajak seluruh perempuan, khususnya di daerah, untuk tidak merasa tertinggal dalam arus digitalisasi. Dengan akses yang semakin terbuka, peluang untuk berkembang sejatinya semakin besar, asalkan diiringi dengan kemauan belajar dan keberanian untuk mencoba.
Menutup pandangannya, Yatti Ruyati menegaskan bahwa semangat Kartini di era digital bukan lagi tentang membuka pintu, tetapi bagaimana perempuan mampu melangkah masuk, mengambil posisi, dan bahkan memimpin.
“Kalau dulu Kartini memperjuangkan agar perempuan bisa sekolah, hari ini tugas kita adalah memastikan perempuan bisa memimpin di era digital,” pungkasnya. (EM-16)

Posting Komentar