Audensi Forum Presidium Pers, LSM dan Ormas Lebak dengan Kadisdik: Revitalisasi Sekolah Tak Sekadar Bangunan, Pendidikan Harus Bentuk Karakter
LEBAK, BeritaKilat.com – Persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga menyangkut bagaimana membangun kualitas sumber daya manusia serta membentuk karakter generasi masa depan.
Hal tersebut mengemuka dalam audensi Forum Presidium Pers, LSM dan Ormas Kabupaten Lebak bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Dody Irawan, S.T., M.Si., yang berlangsung di Kantor Disdik Kabupaten Lebak, Senin (14/9/2026).
Audensi tersebut diwarnai dialog dan diskusi mengenai berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Lebak, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan jenjang TK, SD dan SMP, pemerataan akses pendidikan, capaian program, hingga upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap tujuan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Dody Irawan memaparkan bahwa pembangunan pendidikan harus ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Menurutnya, program revitalisasi satuan pendidikan yang sedang berjalan tidak semata-mata dimaknai sebagai pembangunan atau perbaikan fisik bangunan sekolah. Lebih dari itu, revitalisasi harus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, nyaman dan mampu mendukung proses pembelajaran anak.
“Tujuan pemerintah dalam pembangunan pendidikan bukan hanya menyediakan bangunan sekolah, tetapi bagaimana sarana pendidikan tersebut benar-benar mampu mendukung proses belajar dan meningkatkan kualitas anak-anak kita,” demikian pokok pemaparan Dody dalam audensi tersebut.
Revitalisasi Harus Berujung pada Peningkatan Mutu
Dody menjelaskan, pembangunan dan revitalisasi sekolah harus memiliki keterkaitan dengan sasaran pendidikan yang hendak dicapai pemerintah daerah.
Artinya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari berdirinya gedung baru atau selesainya rehabilitasi ruang kelas. Ukuran keberhasilannya juga harus dilihat dari sejauh mana program tersebut memberikan dampak terhadap akses, kualitas pembelajaran, lingkungan sekolah, kompetensi peserta didik serta capaian indikator pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pendidikan, kata dia, terus berupaya memastikan berbagai program pendidikan berjalan sesuai sasaran dan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Hal tersebut menjadi penting mengingat tantangan pendidikan di Lebak masih cukup kompleks. Berdasarkan data BPS Kabupaten Lebak, Angka Partisipasi Murni (APM) tahun 2024 tercatat 98,86 persen untuk SD/MI/sederajat, 75,98 persen untuk SMP/MTs/sederajat, dan 54,82 persen untuk SMA/SMK/MA/sederajat. Data tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan pendidikan setelah jenjang dasar masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Karena itu, pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha serta berbagai elemen sosial.
Pendidikan Jangan Hanya Berorientasi pada Ijazah
Salah satu hal menarik yang menjadi pembahasan dalam audensi adalah mengenai mindset masyarakat terhadap pendidikan.
Dody Irawan menilai masih terdapat pandangan di tengah masyarakat yang menempatkan ijazah sebagai tujuan utama seseorang menempuh pendidikan.
Padahal, menurutnya, apabila merujuk pada berbagai pemikiran dan literatur pendidikan, hakikat pendidikan jauh lebih luas daripada sekadar memperoleh selembar ijazah.
Pendidikan semestinya menjadi proses untuk membentuk manusia yang memiliki karakter, kecakapan, kemampuan berpikir, kemandirian, kreativitas, tanggung jawab serta kemampuan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sosialnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menempatkan pendidikan bukan hanya untuk mengembangkan kemampuan, tetapi juga membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat.
Dengan demikian, keberhasilan seorang anak dalam pendidikan tidak semestinya hanya diukur dari nilai akademik maupun ijazah yang diperoleh.
“Yang kita bangun bukan hanya kecerdasan berpikir, tetapi juga karakter anak. Anak harus memiliki akhlak, kemandirian, kemampuan bernalar, kreativitas dan mampu hidup bersama dengan orang lain,” demikian substansi pemikiran yang disampaikan Dody.
Kecerdasan dan Karakter Harus Berjalan Bersama
Dalam kebijakan pendidikan nasional, pembentukan karakter memang menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan.
Kementerian Pendidikan juga sebelumnya menempatkan enam karakter utama dalam Profil Pelajar Pancasila, yakni beriman dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif serta berkebinekaan global.
Arah kebijakan tersebut kemudian terus dikembangkan. Kebijakan kurikulum terbaru memperkuat capaian pendidikan melalui dimensi profil lulusan yang tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga karakter dan kompetensi peserta didik.
Karena itu, menurut Dody, pembangunan pendidikan di Kabupaten Lebak membutuhkan perubahan cara pandang secara bersama-sama.
Sekolah bukan sekadar tempat anak mendapatkan nilai dan ijazah, melainkan ruang untuk menumbuhkan potensi, karakter, keterampilan, kreativitas dan kemampuan anak menghadapi kehidupan.
Forum Presidium: Kontrol Sosial Harus Dibangun dengan Sinergi
Sementara itu, Ketua Forum Presidium Pers, LSM dan Ormas Kabupaten Lebak, Abdul Kabir Albantani, yang mewakili forum dalam audensi tersebut, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Kepala Dinas Pendidikan dalam memberikan penjelasan mengenai berbagai program dan kebijakan pendidikan di Kabupaten Lebak.
Menurut Abdul Kabir, kehadiran Forum Presidium bukan dalam rangka mencari kesalahan, melainkan menjalankan fungsi sosial melalui pengawasan, komunikasi, penyampaian aspirasi dan membangun sinergitas dengan pemerintah.
“Pers, LSM dan organisasi masyarakat memiliki fungsi kontrol sosial. Tetapi kontrol sosial akan lebih efektif apabila dibangun melalui komunikasi dan dialog yang konstruktif. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana pembangunan, khususnya pendidikan di Kabupaten Lebak, benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Abdul Kabir.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan sektor yang sangat strategis karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda Kabupaten Lebak.
Oleh sebab itu, berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, perlu terus dikawal bersama dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan kepentingan mmasyarakat
“Forum Presidium siap menjadi mitra dialog sekaligus bagian dari kontrol sosial. Kalau ada persoalan, tentu harus dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama. Begitu pula terhadap program yang baik, tentu patut kita dukung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dorong Pendidikan yang Merata dan Berkualitas
Dalam dialog tersebut juga dibahas berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan dunia pendidikan di Kabupaten Lebak, termasuk pemerataan akses, kondisi satuan pendidikan, kualitas pembelajaran, perkembangan peserta didik, peran guru, serta tantangan pendidikan di tengah perubahan sosial dan teknologi.
Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak sendiri sebelumnya telah menegaskan komitmen terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan pada jenjang TK, SD dan SMP.
Hal tersebut menunjukkan bahwa agenda pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Perbaikan infrastruktur harus berjalan bersama dengan peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter, pemerataan akses serta keterlibatan masyarakat.
Audensi Jadi Ruang Kolaborasi
Menutup pertemuan, Dody Irawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Forum Presidium Pers, LSM dan Ormas Kabupaten Lebak yang telah datang untuk berdialog secara langsung mengenai perkembangan pendidikan.
Ia berharap komunikasi dan sinergitas antara Dinas Pendidikan dengan berbagai elemen masyarakat dapat terus terjaga.
Bagi Forum Presidium, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mengawal sektor pendidikan.
Audensi pun tidak sekadar menjadi pertemuan formal, tetapi berkembang menjadi ruang dialog dan diskusi terbuka mengenai berbagai persoalan pendidikan sekaligus mencari titik temu untuk mendorong pendidikan Kabupaten Lebak yang lebih maju, merata, berkualitas dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
Sebab pada akhirnya, revitalisasi sekolah bukan hanya tentang memperbaiki bangunan, tetapi bagaimana menciptakan ruang yang lebih baik untuk melahirkan generasi Lebak yang cerdas, berkarakter, mandiri dan mampu menghadapi masa depan. (Red)

Posting Komentar