-->
Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
BeritaKilat.Com
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
BeritaKilat.Com
Telusuri
Beranda Headline Peristiwa Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga: PVMBG Ingatkan Bahaya dan Minta Warga Tak Terpancing Isu Tsunami
Headline Peristiwa

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga: PVMBG Ingatkan Bahaya dan Minta Warga Tak Terpancing Isu Tsunami

Berita Kilat
Berita Kilat
05 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SERANG, BeritaKilat.com – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut mengalami erupsi menerus disertai suara gemuruh sejak Jumat malam, 4 September 2026.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang memiliki sejarah aktivitas erupsi cukup panjang serta pernah berkaitan dengan bencana tsunami di Selat Sunda.

Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pengawasan aktivitasnya dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Kalianda, Lampung Selatan, dan Pos Pengamatan di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

Erupsi Menerus dan Suara Gemuruh

Dalam laporan terbaru Badan Geologi, erupsi menerus disertai suara gemuruh mulai teramati pada periode 4 hingga 5 September 2026. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung sehingga masyarakat diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif.

Sebelumnya, sepanjang 2026 aktivitas Gunung Anak Krakatau juga telah beberapa kali mengalami peningkatan. Badan Geologi mencatat erupsi pada 2 Juli dan 3 Juli 2026 dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak.

Status Gunung Anak Krakatau kemudian berada pada Level III atau Siaga, yang berarti aktivitas vulkanik berada pada tingkat yang membutuhkan peningkatan kewaspadaan dan pemantauan secara intensif.

Radius 3 Kilometer Jadi Zona Terlarang

PVMBG menetapkan rekomendasi agar masyarakat, wisatawan maupun nelayan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas atau kawah Gunung Anak Krakatau.

Larangan tersebut berkaitan dengan kemungkinan bahaya langsung dari aktivitas erupsi, antara lain lontaran material vulkanik, lava, awan panas, serta hujan abu dengan intensitas tertentu.

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar melalui media sosial apabila tidak berasal dari sumber resmi.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal resmi Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia.

Erupsi Tidak Otomatis Menimbulkan Tsunami

Meningkatnya aktivitas Anak Krakatau kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama di wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Namun, PVMBG menegaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tidak otomatis menyebabkan tsunami.

Pernyataan tersebut penting disampaikan agar masyarakat tidak panik dan tidak langsung mempercayai informasi yang mengaitkan setiap aktivitas erupsi dengan ancaman tsunami.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena secara geologis aktivitas Gunung Anak Krakatau memiliki potensi bahaya tertentu. Risiko tsunami dapat berkaitan dengan mekanisme khusus, seperti longsoran material tubuh gunung api ke laut, bukan semata-mata karena gunung mengalami erupsi.

PVMBG meminta masyarakat pesisir Banten dan Lampung tetap tenang, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Belajar dari Tsunami Selat Sunda 2018

Kewaspadaan terhadap Anak Krakatau tidak dapat dilepaskan dari sejarah bencana tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.

Berdasarkan penjelasan BMKG, pada malam 22 Desember 2018 terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang kemudian berkaitan dengan longsoran lereng gunung api ke laut. Peristiwa tersebut memicu tsunami yang menerjang sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman Gunung Anak Krakatau tidak hanya berasal dari material erupsi di sekitar kawah, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi tubuh gunung api dan lingkungan laut di sekitarnya.

Karena itu, sistem pemantauan gunung api dan muka air laut menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana di kawasan Selat Sunda.

BMKG sendiri terus melakukan pemantauan kondisi muka air laut dan aktivitas tektonik di sekitar Gunung Anak Krakatau melalui jaringan sensor serta berkoordinasi dengan PVMBG dan instansi terkait.

Banten dan Lampung Diminta Tetap Waspada

Meskipun pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Lampung Selatan, aktivitasnya memiliki arti penting bagi masyarakat pesisir Banten karena posisi gunung api berada di kawasan Selat Sunda.

Wilayah seperti Anyer, Carita, Labuan, Pandeglang hingga pesisir Serang secara geografis memiliki keterkaitan dengan kawasan Selat Sunda sehingga informasi kebencanaan perlu disampaikan secara cepat, akurat dan tidak menimbulkan kepanikan.

Pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, pengelola wisata, nelayan dan masyarakat pesisir perlu memastikan jalur komunikasi kebencanaan tetap berjalan dengan baik.

Yang tidak kalah penting, masyarakat perlu memahami perbedaan antara status gunung api dan peringatan tsunami. Status Siaga Gunung Anak Krakatau tidak dengan sendirinya berarti telah terjadi atau akan terjadi tsunami.

Jangan Panik, Jangan Abaikan Peringatan

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar Selat Sunda harus memiliki kesiapsiagaan bencana.

Masyarakat tidak perlu panik, namun juga tidak boleh mengabaikan rekomendasi PVMBG.

Menghindari radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, tidak mendekati kawasan erupsi untuk mengambil gambar, serta memastikan informasi berasal dari sumber resmi merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko.

Di tengah derasnya informasi media sosial, masyarakat juga diminta tidak menyebarluaskan video lama, informasi tanpa sumber, maupun klaim mengenai tsunami yang belum dikonfirmasi oleh lembaga berwenang.

Gunung Anak Krakatau memang sedang menunjukkan aktivitas. Tetapi kewaspadaan harus dibangun berdasarkan data, bukan kepanikan.

BeritaKilat.com — Aktual, Berimbang, Terpercaya.

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar



























Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Diskusi Petang Bersama Kadisdik Lebak Doddy Irawan: Meritokrasi dan Integritas, Fondasi Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Berkualitas

Berita Kilat- Oktober 14, 2026 0
Diskusi Petang Bersama Kadisdik Lebak Doddy Irawan: Meritokrasi dan Integritas, Fondasi Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Berkualitas
LEBAK, BeritaKilat.com – Suasana petang menjadi ruang refleksi yang bermakna ketika diskusi santai bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Ira…

Advertiser

Advertiser


Iklan KPU

Iklan KPU
Lounching Jingle

Berita Terpopuler

Diduga Picu Polusi dan Tak Berizin, GEMAS Desak Pemkab Lebak Tutup Permanen PT Arlin/Sedulur DS

Diduga Picu Polusi dan Tak Berizin, GEMAS Desak Pemkab Lebak Tutup Permanen PT Arlin/Sedulur DS

Oktober 11, 2026
Kapolri Mutasi 199 Perwira Polri, Sejumlah Pejabat Utama Polda Banten dan Kapolres Berganti

Kapolri Mutasi 199 Perwira Polri, Sejumlah Pejabat Utama Polda Banten dan Kapolres Berganti

Oktober 11, 2026
Imipas Periksa Semua Petugas yang Beri Pembebasan Bersyarat

Imipas Periksa Semua Petugas yang Beri Pembebasan Bersyarat

Oktober 11, 2026
Muscam DPK KNPI Wanasalam Tetapkan Juliana Batu Bara Sebagai Ketua Terpilih dan Santuni 32 Anak Yatim

Muscam DPK KNPI Wanasalam Tetapkan Juliana Batu Bara Sebagai Ketua Terpilih dan Santuni 32 Anak Yatim

Oktober 09, 2026
Nurjaya (Ibo) Dipercaya sebagai Ketua Harian PBVSI Provinsi Banten, Jurnalis dan Humas PT SBJ Siap Berkontribusi

Nurjaya (Ibo) Dipercaya sebagai Ketua Harian PBVSI Provinsi Banten, Jurnalis dan Humas PT SBJ Siap Berkontribusi

Oktober 11, 2026
Baharkam Polri Audit Re-Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan PT PGN ST Gas Panaran Batam

Baharkam Polri Audit Re-Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan PT PGN ST Gas Panaran Batam

Oktober 09, 2026
Waspada! Beredar Pesan Penipuan Mengatasnamakan Sekda Lebak Palsu, Masyarakat Dihimbau Hati-Hati

Waspada! Beredar Pesan Penipuan Mengatasnamakan Sekda Lebak Palsu, Masyarakat Dihimbau Hati-Hati

Oktober 12, 2026
Keluarga Besar SMAN 4 Rangkasbitung Sampaikan Terima Kasih atas Pengabdian Eri Fakhrudin

Keluarga Besar SMAN 4 Rangkasbitung Sampaikan Terima Kasih atas Pengabdian Eri Fakhrudin

Oktober 12, 2026
AMMCB Siapkan Aksi, Penanganan Dugaan Pelanggaran Tambang di Banten Dituntut Transparan

AMMCB Siapkan Aksi, Penanganan Dugaan Pelanggaran Tambang di Banten Dituntut Transparan

Oktober 13, 2026
Ujang Kosasih & Partners Berikan Ucapan Selamat atas Dilantiknya Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho sebagai Wakapolda Banten

Ujang Kosasih & Partners Berikan Ucapan Selamat atas Dilantiknya Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho sebagai Wakapolda Banten

Oktober 12, 2026

Berita Terpopuler

Diduga Picu Polusi dan Tak Berizin, GEMAS Desak Pemkab Lebak Tutup Permanen PT Arlin/Sedulur DS

Diduga Picu Polusi dan Tak Berizin, GEMAS Desak Pemkab Lebak Tutup Permanen PT Arlin/Sedulur DS

Oktober 11, 2026
Kapolri Mutasi 199 Perwira Polri, Sejumlah Pejabat Utama Polda Banten dan Kapolres Berganti

Kapolri Mutasi 199 Perwira Polri, Sejumlah Pejabat Utama Polda Banten dan Kapolres Berganti

Oktober 11, 2026
Imipas Periksa Semua Petugas yang Beri Pembebasan Bersyarat

Imipas Periksa Semua Petugas yang Beri Pembebasan Bersyarat

Oktober 11, 2026
Muscam DPK KNPI Wanasalam Tetapkan Juliana Batu Bara Sebagai Ketua Terpilih dan Santuni 32 Anak Yatim

Muscam DPK KNPI Wanasalam Tetapkan Juliana Batu Bara Sebagai Ketua Terpilih dan Santuni 32 Anak Yatim

Oktober 09, 2026
Nurjaya (Ibo) Dipercaya sebagai Ketua Harian PBVSI Provinsi Banten, Jurnalis dan Humas PT SBJ Siap Berkontribusi

Nurjaya (Ibo) Dipercaya sebagai Ketua Harian PBVSI Provinsi Banten, Jurnalis dan Humas PT SBJ Siap Berkontribusi

Oktober 11, 2026
Baharkam Polri Audit Re-Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan PT PGN ST Gas Panaran Batam

Baharkam Polri Audit Re-Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan PT PGN ST Gas Panaran Batam

Oktober 09, 2026
Waspada! Beredar Pesan Penipuan Mengatasnamakan Sekda Lebak Palsu, Masyarakat Dihimbau Hati-Hati

Waspada! Beredar Pesan Penipuan Mengatasnamakan Sekda Lebak Palsu, Masyarakat Dihimbau Hati-Hati

Oktober 12, 2026
Keluarga Besar SMAN 4 Rangkasbitung Sampaikan Terima Kasih atas Pengabdian Eri Fakhrudin

Keluarga Besar SMAN 4 Rangkasbitung Sampaikan Terima Kasih atas Pengabdian Eri Fakhrudin

Oktober 12, 2026
AMMCB Siapkan Aksi, Penanganan Dugaan Pelanggaran Tambang di Banten Dituntut Transparan

AMMCB Siapkan Aksi, Penanganan Dugaan Pelanggaran Tambang di Banten Dituntut Transparan

Oktober 13, 2026
Ujang Kosasih & Partners Berikan Ucapan Selamat atas Dilantiknya Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho sebagai Wakapolda Banten

Ujang Kosasih & Partners Berikan Ucapan Selamat atas Dilantiknya Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho sebagai Wakapolda Banten

Oktober 12, 2026
BeritaKilat.Com

About Us

BeritaKilat.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: beritakilat7@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2026 BeritaKilat.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber