LSM Harimau Minta DPUPR Banten Perketat Pengawasan Proyek Rp7 Miliar di Lebak
LEBAK, BeritaKilat.com — Proyek pembangunan konektivitas ruas Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku resmi dimulai dengan nilai kontrak Rp7.090.014.000,00 dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026. Namun, permulaan proyek yang mencakup akses menuju SMK Negeri 2 Malingping ini langsung diwarnai sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau DPC Kabupaten Lebak terkait kualitas beton terdahulu.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan fisik ini digarap oleh CV Glora Gumilang dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender sejak kontrak ditandatangani 25 Juni 2026. Sementara itu, PT Haza Multi Inovasi bertindak sebagai konsultan pengawas teknis.
Di tengah dimulainya proyek baru tersebut, LSM Harimau menyoroti kerusakan pada sejumlah titik beton jalan lama yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu. Berdasarkan pantauan lapangan, permukaan beton lama tampak terkelupas dan menimbulkan debu pekat saat dilintasi kendaraan.
Sekretaris Cabang LSM Harimau DPC Kabupaten Lebak, Otoy Lahar, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mutu beton terdahulu.
"Kami mempertanyakan kualitas pekerjaan jalan yang baru beberapa bulan selesai, tetapi permukaannya sudah terkelupas dan berdebu. Perlu ada evaluasi ketat terhadap mutu beton, metode pekerjaan, dan sistem pengawasannya," ujar Otoy, Minggu (9/8/2026).
Otoy menegaskan, kritik ini merupakan bentuk kontrol sosial agar anggaran publik tidak terbuang sia-sia. Ia berharap DPUPR Banten memperketat pengawasan proyek baru yang sedang berjalan ini sejak tahap awal material hingga masa pemeliharaan nanti.
"Jangan sampai masyarakat kembali mendapatkan fasilitas yang cepat rusak. Evaluasi proyek sebelumnya harus jadi pelajaran agar kesalahan serupa tidak terulang pada ruas Cikeusik–Simpang Cijaku yang sekarang mulai dibangun," tambah Otoy.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPUPR Provinsi Banten maupun kontraktor terkait mengenai tindak lanjut terhadap kerusakan beton di ruas jalan tersebut.
Meski menuai sorotan, proyek interkoneksi ini dinilai krusial bagi warga lokal.Jika digarap sesuai spesifikasi, infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas pendidikan menuju SMKN 2 Malingping serta memperlancar mobilitas ekonomi antarwilayah di Kabupaten Lebak. (Dhee)

Posting Komentar