Khawatir Keselamatan Anak, Warga Desak Pemkab Lebak Perbaiki SDN 2 Mekarsari
LEBAK, BeritaKilat.com - Kondisi infrastruktur Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Mekarsari di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memicu keresahan mendalam bagi wali murid dan warga setempat.Kerusakan fisik dinilai kian mengkhawatirkan.
Kondisi ini berpotensi besar mengancam keselamatan para siswa selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.Salah seorang warga sekaligus wali murid, SRD (33), membeberkan bahwa kerusakan paling mencolok terlihat pada kaca jendela yang pecah serta keretakan struktural pada dinding gedung sekolah.
Menurutnya, pembiaran kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa adanya tindakan perbaikan nyata dari pihak terkait."Kaca jendela banyak yang sudah pecah, sampai sekarang belum diganti dan hanya ditutup seadanya menggunakan triplek. Dinding di salah satu ruang kelas juga sudah banyak yang retak," ujar SRD.kamis,21 Mei 2026
Ia menambahkan, kekhawatiran terbesar warga adalah risiko ambruknya fasilitas yang bisa melukai anak-anak mereka. Warga mendesak agar pemerintah segera turun tangan.
"Kejadian ini sudah lama dibiarkan. Kami sebagai orang tua jelas sangat khawatir jika sewaktu-waktu material bangunan runtuh dan menimpa siswa saat belajar," tambahnya dengan nada cemas.
Menanggapi keluhan masyarakat, pihak manajemen sekolah tidak menampik adanya kerusakan tersebut. Kepala Sekolah SDN 2 Mekarsari menjelaskan bahwa pihaknya sebetulnya terus berupaya melakukan pemeliharaan berkala memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Setiap kali dana BOS cair, agenda perawatan fasilitas selalu kami anggarkan. Perbaikan kaca jendela yang pecah dan pengadaan bangku belajar yang kurang tetap menjadi skala prioritas utama kami, bahkan kami sampai memasang jaring pengaman di area jendela," urai Kepala Sekolah lewat pesan WhatsApp.
Meski demikian, pihak sekolah mengakui proses renovasi total tidak dapat dilakukan secara mandiri atau serentak. Keterbatasan pagu anggaran dana BOS memaksa manajemen sekolah membagi anggaran untuk operasional wajib lain yang tidak kalah mendesak.
Beberapa di antaranya yakni pembiayaan program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), partisipasi perlombaan siswa (O2SN dan PLS3N), hingga pengadaan buku sumber belajar utama.
Sebagai langkah solutif jangka panjang, pihak sekolah mengonfirmasi telah melayangkan proposal pengajuan perbaikan menyeluruh pada tahun anggaran ini.
Fokus utama pengajuan menyasar ruang kelas 6 dan ruang perpustakaan.Kedua fasilitas vital tersebut dilaporkan belum pernah tersentuh program rehabilitasi selama hampir 12 tahun terakhir.
Kondisi bangunan kian diperparah akibat dampak guncangan gempa bumi yang sempat melanda wilayah Lebak beberapa waktu lalu, hingga memicu keretakan baru pada struktur dinding.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, usulan perbaikan sejatinya sudah pernah diperjuangkan secara berjenjang melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa. (Dhee)

Posting Komentar