Warga Desa Kemuning Keluhkan Proyek Irigasi PT Waskita, Jalan Licin dan Berdebu
SERANG, BeritaKilat.com - Warga Desa Kemuning mengeluhkan dampak proyek pembangunan irigasi yang tengah dikerjakan oleh PT Waskita di Kampung Caringin, Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten.
Salah seorang warga yang rumahnya berada di dekat lokasi proyek mengatakan, aktivitas pembangunan di Jalan KH Abdul Kabir menyebabkan tanah berceceran dan menempel di badan jalan, sehingga kondisi jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.
“Akibatnya kualitas jalan menurun drastis dan sangat berbahaya bagi pengendara,” ujar warga tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, permukaan jalan yang sebelumnya berlapis cor halus kini tertutup tanah dan lumpur. Kondisi tersebut semakin berisiko karena saat ini memasuki musim hujan.
“Kalau hujan turun, jalanan jadi licin. Tapi kalau panas, debunya tebal sekali sampai perih ke mata,” ungkapnya.
Menurut warga, kondisi tersebut disebabkan oleh kendaraan proyek yang keluar-masuk mengangkut material bangunan tanpa dilakukan pembersihan roda kendaraan maupun badan jalan. Lumpur dari ban kendaraan proyek bahkan terbawa hingga ke jembatan yang berada di dekat permukiman warga.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengendara lain yang kerap melintas di jalan tersebut. Ia mengaku sangat terganggu, terutama pada siang hari ketika debu beterbangan dan mengurangi jarak pandang, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Saat siang hari debunya parah sekali, mata perih. Kalau hujan justru lebih berbahaya karena jalannya licin dan lengket,” katanya.
Warga menilai pihak pelaksana proyek maupun pemilik pekerjaan seharusnya bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama terkait keselamatan pengguna jalan umum.
Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain penyiraman rutin di area proyek, pembersihan jalan menggunakan alat khusus, serta pengawasan ketat terhadap kendaraan proyek agar tanah tidak terus menumpuk di badan jalan.
Selain itu, warga juga mempertanyakan peran dan pengawasan dari instansi terkait. Hingga saat ini, menurut warga, belum terlihat adanya tindakan tegas terhadap aktivitas proyek yang berdampak langsung pada fasilitas umum tersebut.
“Coba saja pihak terkait turun langsung dan melintas di jalan ini, pasti merasakan sendiri bahayanya. Jangan menunggu sampai ada korban,” pungkasnya. (Sopian)

Posting Komentar