Aktivis Soroti Dugaan Mark-up Menu Makan Bergizi Gratis di Lebak Selatan
LEBAK, BeritaKilat.com – Aktivis Lebak Selatan, Deden Haditiya, menengarai adanya ketidaksesuaian antara menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan petunjuk teknis (Juknis) yang ditetapkan pemerintah. Ia menduga adanya indikasi penyimpangan anggaran yang berpotensi merugikan keuangan negara dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Deden menilai, menu yang didistribusikan kepada penerima manfaat saat ini tidak proporsional jika dibandingkan dengan food cost yang telah dialokasikan.Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan adanya celah manipulasi yang dilakukan oleh oknum pengelola.
"Kami mencium indikasi ketidakwajaran dalam menu yang disajikan oleh beberapa SPPG di Lebak Selatan. Berdasarkan pengamatan kami, porsi yang diberikan tidak mencerminkan nilai anggaran yang seharusnya," ujar Deden kepada awak media, Senin (19/01/2026).
Deden menjelaskan bahwa sesuai Juknis Badan Gizi Nasional (BGN), yayasan atau mitra pemilik SPPG dilarang mengambil keuntungan dengan cara memangkas biaya makan (food cost). Hal ini dikarenakan BGN telah memberikan alokasi margin dan biaya operasional yang jelas.
Berdasarkan data yang dihimpun, pengelola SPPG diketahui telah mendapatkan:
Insentif operasional: Rp6.000.000 per hari.
Biaya layanan: Rp3.000 per porsi untuk kebutuhan operasional.
"Jika dalam satu porsi saja ada kebocoran atau pemotongan Rp500, maka potensi kerugian negara per hari sangat fantastis mengingat jumlah penerima manfaat yang sangat banyak di Kabupaten Lebak," tegasnya. (Dhee)

Posting Komentar