Kecamatan Jawilan Darurat DBD, Kampung Kebon Kalapa Desa Cemplang Butuh Penanganan Serius
Keterangan Foto : Seorang Anak Balita asal Desa Cemplang Kec. Jawilan terbaring di RS Kartini diduga terjangkit DBD
SERANG, BeritaKilat.com – Sejumlah warga di Kampung Kebon Kalapa, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang terindikasi terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut informasi yang diterima redaksi dari salah seorang warga yang anaknya sedang dirawat di RS Kartini diduga akibat terjangkit DBD, diperoleh informasi bahwa di kampung tersebut sudah sekitar tujuh orang warga yang terindikasi terkena penyakit berbahaya tersebut.
"Ada sekitar tujuh orang Pak yang sudah terjangkit, dan salah satunya anak balita saya yang saat ini sedang dirawat di RS Kartini," ujar warga yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui wartawan di RS Kartini.
Dugaan Penyebab dan Kondisi Lingkungan
Merebaknya kasus DBD di Kampung Kebon Kalapa diduga kuat dipicu oleh curah hujan yang mulai meningkat dan tidak menentu, sehingga menimbulkan genangan air di berbagai tempat yang menjadi sarang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Selain faktor cuaca, minimnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan serta keberadaan tempat penampungan air terbuka, drainase atau selokan yang tersumbat, dan tumpukan sampah barang bekas di sekitar pemukiman warga disinyalir turut mempercepat perkembangbiakan jentik nyamuk.
Dampak dan Kekhawatiran Warga
Kondisi ini memicu keprihatinan dan kekhawatiran mendalam di kalangan warga setempat. Dampak penyebaran DBD ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa—terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan balita—tetapi juga memberatkan beban ekonomi keluarga untuk biaya perawatan medis dan rawat inap di rumah sakit.
Warga khawatir jika tidak segera diintervensi secara menyeluruh, angka penularan akan terus melonjak dan meluas ke RT maupun desa tetangga di wilayah Kecamatan Jawilan.
Langkah dan Desakan Penanganan Dinkes Kabupaten Serang
Merespons kondisi darurat ini, masyarakat mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang melalui Puskesmas Jawilan untuk segera turun tangan melakukan langkah penanganan cepat dan terpadu, antara lain:
Pemeriksaan Lapangan dan Verifikasi Epidemiologi: Tim dari Dinkes Kabupaten Serang diharapkan segera melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ke Kampung Kebon Kalapa guna mendata warga yang bergejala serta memetakan sebaran kasus secara akurat.
Pengasapan (Fogging) Fokus: Meminta pelaksanaan fogging secara merata di area terdampak untuk membunuh nyamuk dewasa dan menekan angka penularan cepat.
Pembagian Abate dan Pembentukan Gerakan PSN: Mengagendakan pembagian serbuk pembunuh jentik (abate) serta menggerakkan kembali kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas) bersama warga setempat.
Fasilitas Rujukan dan Pelayanan Kesehatan Cepat: Memastikan kesiapan Puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat dalam memberikan penanganan awal dan proses rujukan yang cepat bagi warga yang menunjukkan gejala demam tinggi.
Masyarakat Kampung Kebon Kalapa berharap Pemkab Serang dan Dinas Kesehatan memberikan perhatian serius agar penularan DBD ini dapat segera dihentikan sebelum menelan korban jiwa. (Sopian)

Posting Komentar