Kejar Target RPJMN 100 Persen, Pemkab Lebak Rampungkan Tender Proyek Air Bersih Perdesaan TA 2026
LEBAK, BeritaKilat.com —
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mempercepat pembangunan infrastruktur
air minum untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, khususnya di
wilayah perdesaan.
Upaya
tersebut dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemenuhan target pembangunan
nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN), sekaligus mendukung program Pengelolaan dan Pengembangan
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada Tahun Anggaran (TA) 2026.
Berdasarkan
data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) 4.5 Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Pemkab Lebak telah menyelesaikan proses tender
sejumlah paket pekerjaan konstruksi pembangunan sumur dalam terlindungi serta
pengembangan jaringan distribusi air minum di sejumlah kecamatan.
Percepatan
pembangunan tersebut menjadi penting mengingat cakupan akses air minum di
Kabupaten Lebak masih perlu terus ditingkatkan. Berdasarkan data tahun 2022
yang tercantum dalam dokumen perencanaan, cakupan akses air minum tercatat
sebesar 73,38 persen.
Kondisi
tersebut menunjukkan masih terdapat masyarakat yang membutuhkan peningkatan
akses terhadap layanan air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Dalam
dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK), Pemkab Lebak menjelaskan bahwa kondisi
geografis, topografis, dan geologis setiap wilayah memiliki karakteristik
berbeda. Hal tersebut berdampak terhadap ketersediaan sumber air baku dan
membutuhkan pendekatan pembangunan SPAM yang disesuaikan dengan kondisi
masing-masing wilayah.
“Kondisi
geografis, topografis, dan geologis yang berbeda di setiap wilayah Kabupaten
Lebak menyebabkan ketersediaan air baku bervariasi. Oleh karena itu, dibutuhkan
sistem penyediaan air minum perdesaan yang sesuai dengan tipologi wilayah demi
menjamin hak rakyat atas air bersih yang aman dan berkelanjutan.” ujar Kadis PUPR H. Dade Yan Apriandi.
Sepuluh Paket Pekerjaan Telah Rampung Tender
Sejumlah
paket pekerjaan SPAM perdesaan TA 2026 yang tercatat telah menyelesaikan proses
tender antara lain pembangunan sumur dalam terlindungi dan pengembangan
jaringan distribusi air minum.
Berikut
sebaran paket pekerjaan beserta nilai pagunya:
|
No. |
Paket Pekerjaan |
Lokasi |
Nilai Pagu |
Status |
|
1 |
Pengembangan
Jaringan Distribusi dan SR Desa Cisungsang |
Kecamatan
Cibeber |
Rp494,6 juta |
Selesai
Tender |
|
2 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Mekar Agung |
Kecamatan
Cibadak |
Rp458,4 juta |
Selesai
Tender |
|
3 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Sangkanmanik |
Kecamatan
Cimarga |
Rp438,8 juta |
Selesai
Tender |
|
4 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Cireundeu |
Kecamatan
Cilograng |
Rp438,8 juta |
Selesai
Tender |
|
5 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Parungkujang |
Kecamatan
Cileles |
Rp415,5 juta |
Selesai
Tender |
|
6 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Margawangi |
Kecamatan
Leuwidamar |
Rp415,5 juta |
Selesai
Tender |
|
7 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Wantisari |
Kecamatan
Leuwidamar |
Rp415,5 juta |
Selesai
Tender |
|
8 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Tanjungsari |
Kecamatan
Maja |
Rp415,5 juta |
Selesai
Tender |
|
9 10 |
Pembangunan
Sumur Dalam Terlindungi Desa Citorek Tengah Pembangunan sumur dalam terlindungi desa calungbungur |
Kecamatan
Cibeber kecamatan sajira |
Rp415,5 juta 458,3 |
Selesai Tender tender selesai |
Dengan
rampungnya proses pengadaan, tahapan selanjutnya diharapkan dapat segera
memasuki pelaksanaan pekerjaan fisik sesuai kontrak yang telah ditetapkan.
Dalam
pelaksanaan konstruksi, penyedia jasa diwajibkan memenuhi spesifikasi teknis,
volume pekerjaan, mutu konstruksi, jadwal pelaksanaan, serta administrasi
teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak.
Pengawasan
terhadap pelaksanaan proyek juga menjadi bagian penting untuk memastikan
pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar
menghasilkan sarana air minum yang berfungsi dan memberikan manfaat langsung
kepada masyarakat.
Pemkab dan elemen masyarakat Lebak
diharapkan terus mengawal pelaksanaan pekerjaan tersebut hingga selesai,
termasuk memastikan kualitas konstruksi, ketepatan sasaran penerima manfaat,
serta keberlanjutan layanan setelah infrastruktur dibangun.
Dengan
percepatan pembangunan SPAM perdesaan, akses masyarakat Lebak terhadap air
bersih diharapkan terus meningkat sehingga kesenjangan pelayanan dasar
antarwilayah dapat ditekan.
Pembangunan
tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung
pencapaian target nasional penyediaan akses air minum bagi seluruh masyarakat
secara bertahap, aman, layak, dan berkelanjutan. (*)

Posting Komentar