"Warga Lebak Selatan Terjerat Utang Berlipat, OJK dan Pemkab Diminta Turun Tangan"
LEBAK, BeritaKilat.com – Fenomena pinjaman dana informal dengan skema bunga harian yang membengkak kini tengah meresahkan masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten. Praktik yang menyerupai lintah darat ini telah membuat banyak warga terjebak dalam lingkaran utang yang berlipat ganda.
Kondisi tersebut memicu desakan luas agar Pemerintah Kabupaten Lebak dan pihak berwenang segera mengambil tindakan khusus. Langkah tegas diperlukan untuk melindungi warga dari praktik keuangan ilegal yang dinilai sangat mencekik ekonomi keluarga.
Salah satu warga Lebak Selatan, Rahmat Sutisna, mengungkapkan bahwa modus yang sering ditemui adalah pinjaman bernominal kecil namun dengan beban bunga yang tidak rasional. Ia mencontohkan, peminjam yang mengambil dana sebesar Rp600.000 seringkali diwajibkan membayar bunga terus-menerus bahkan sebelum bisa mencicil pinjaman pokok.
"Banyak warga yang akhirnya terjerumus karena prosesnya mudah, namun mereka tidak menyadari risikonya. Saat pembayaran menunggak, bunganya langsung berlipat ganda setiap hari hingga jauh melampaui jumlah pinjaman awal," ujar Rahmat.
Kondisi ini diduga kuat menyasar kalangan ekonomi rendah yang membutuhkan dana cepat tanpa persyaratan rumit. Kurangnya literasi keuangan dan terbatasnya akses ke lembaga perbankan resmi menjadi celah bagi penyedia pinjaman tanpa izin untuk menjalankan aksinya.
Menanggapi situasi ini, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat segera melakukan langkah preventif, mulai dari edukasi masif hingga penindakan hukum. Mengingat praktik ini beroperasi tanpa legalitas resmi, tindakan tersebut jelas merupakan bentuk pelanggaran hukum.
Selain penindakan, pemerintah juga diharapkan menghadirkan solusi konkret melalui penguatan peran koperasi desa atau penyediaan bantuan permodalan mikro yang lebih sehat bagi masyarakat kecil.
Hingga saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran pinjaman instan yang menjanjikan kemudahan di awal, namun berujung pada jeratan utang yang berkepanjangan. (Dhee)

Posting Komentar