HAK JAWAB DAN KLARIFIKASI : Kepala SDN Bendungan Tegaskan Sekolah Tidak Pernah Memungut Biaya Perpisahan Siswa
SERANG, BeritaKilat.com – Menindaklanjuti pemberitaan mengenai keluhan sejumlah wali murid terkait dugaan pembebanan biaya kegiatan perpisahan dan kenaikan kelas di SDN Bendungan, pihak sekolah memberikan klarifikasi sekaligus hak jawab untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Kepala SDN Bendungan, Suherti, S.Pd, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melakukan pungutan maupun mengeluarkan edaran resmi terkait biaya perpisahan siswa.
Menurutnya, sejak awal pihak sekolah telah menyampaikan kepada orang tua murid bahwa tidak akan menyelenggarakan acara perpisahan secara resmi dan hanya melaksanakan kegiatan kenaikan kelas bagi siswa kelas 1 hingga kelas 5.
"Dari awal saya sudah mengumumkan bahwa tidak ada acara perpisahan yang diselenggarakan oleh sekolah. Untuk kelas 1 sampai kelas 5 tidak ada pungutan sama sekali, nol rupiah. Yang ada hanya kegiatan kenaikan kelas sebagaimana biasanya," ujar Suherti saat memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang belakangan disebut sebagai acara perpisahan kelas 6 merupakan murni inisiatif para orang tua murid dan bukan program sekolah.
"Terkait adanya rumor perpisahan itu merupakan murni inisiatif wali murid kelas 6. Kepanitiaan dibentuk oleh mereka sendiri. Jika ada pertanyaan mengenai pelaksanaan maupun pengelolaan keuangan kegiatan tersebut, panitia yang dapat menjelaskan karena pihak sekolah tidak ikut campur," tegasnya.
Suherti juga memastikan bahwa dirinya selaku kepala sekolah tidak pernah membuat surat edaran ataupun instruksi resmi terkait pengumpulan dana, konsumsi maupun kebutuhan lainnya untuk kegiatan tersebut.
Sementara itu, perwakilan paguyuban kegiatan, Tyas Wahyuni, menjelaskan bahwa acara tersebut memang lahir dari keinginan para wali murid kelas 6 sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya masa pendidikan anak-anak mereka di sekolah dasar.
"Ini murni keinginan wali murid. Pengelolaan keuangan juga dilakukan oleh wali murid. Pihak sekolah tidak melakukan intervensi. Sekolah hanya membantu mempersiapkan siswa untuk menampilkan berbagai kreativitas dan kemampuan mereka dalam acara tersebut," katanya.
Menurut Tias, jumlah siswa kelas 6 yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebanyak 33 orang. Dana yang berhasil dihimpun dari partisipasi wali murid mencapai sekitar Rp1,8 juta.
Namun demikian, panitia tidak mewajibkan seluruh orang tua untuk berkontribusi karena mempertimbangkan kondisi ekonomi masing-masing keluarga.
"Ada beberapa wali murid yang tidak ikut memberikan iuran dan itu kami maklumi. Tidak ada paksaan karena kami memahami kondisi ekonomi setiap keluarga berbeda-beda," ujarnya.
Ia menambahkan, dana yang terkumpul digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan kegiatan seperti penyediaan sound system, panggung sederhana, serta konsumsi peserta dan tamu undangan.
Apabila terdapat kekurangan biaya, lanjut Tias, payuyuban berencana menutupinya melalui partisipasi sukarela dari orang tua dan tamu yang hadir dalam bentuk apresiasi atau saweran saat siswa menampilkan kemampuan mereka, seperti berpidato atau menunjukkan bakat lainnya di hadapan publik.
"Kegiatan ini lebih kepada ungkapan rasa syukur dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan serta keberanian mereka di depan orang tua dan masyarakat," jelasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
Catatan Redaksi: Hak jawab ini dimuat sebagai bentuk pelaksanaan prinsip keberimbangan pemberitaan serta pemenuhan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Pewarta : Sopian
Editor : Abdul Kabir Albantani

Posting Komentar