Puluhan Mobil Koperasi Desa Merah Putih Berjejer di Alun-alun Lebak, Diduga Siap Didistribusikan
LEBAK, BeritaKilat.com – Sejumlah kendaraan operasional berlogo Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tampak berjejer rapi di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menarik perhatian masyarakat, Selasa, 6 April 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan jenis truk ringan berwarna putih tersebut diparkir dalam jumlah cukup banyak dan diduga merupakan bagian dari fasilitas pendukung operasional koperasi desa yang tengah dikembangkan pemerintah.
Informasi yang dihimpun dari salah satu sumber menyebutkan, kendaraan tersebut rencananya akan didistribusikan ke sejumlah koperasi desa yang telah rampung dibangun di wilayah Lebak.
“Mobil-mobil itu kemungkinan akan dikirim ke koperasi desa yang sudah selesai. Tinggal menunggu distribusi saja,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan koperasi berbasis kebutuhan masyarakat. Di Kabupaten Lebak, pembangunan koperasi ini terus berjalan dengan progres signifikan.
Data menyebutkan, dari target ratusan titik pembangunan koperasi desa di Lebak, sebagian besar telah terealisasi, bahkan beberapa di antaranya telah rampung sepenuhnya dan siap beroperasi.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan sarana pendukung, termasuk kendaraan operasional seperti mobil angkutan barang. Secara nasional, rencana pengadaan kendaraan untuk koperasi desa bahkan menjadi bagian dari kebijakan besar dengan jumlah yang cukup masif guna menunjang distribusi logistik dan aktivitas ekonomi desa.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons.
Keberadaan kendaraan tersebut di ruang publik tanpa penjelasan resmi pun memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, mulai dari kesiapan operasional koperasi hingga transparansi distribusi aset.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan penjelasan terbuka terkait peruntukan, jumlah, serta mekanisme pendistribusian kendaraan tersebut agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari. (Yadi Kuncir)


Posting Komentar