"Validasi Data Dipertanyakan: Warga Mampu Terdaftar, Janda di Lebak Selatan Malah Gigit Jari Saldo Nol"
LEBAK, BeritaKilat.com – Kekecewaan mendalam menyelimuti sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT di wilayah Lebak Selatan. Harapan warga untuk mencairkan dana Bantuan Sosial (Bansos) sirna setelah mendapati saldo rekening mereka dalam kondisi kosong (nol rupiah) secara mendadak.
Kondisi ini memicu kebingungan masif bagi warga yang menggantungkan kebutuhan pokok pada bantuan rutin tersebut. Sebagian besar KPM terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah berulang kali melakukan pengecekan di mesin ATM maupun agen bank resmi tanpa hasil.
Artaenah, salah satu warga penerima manfaat di Lebak Selatan, menyatakan kekagetannya atas hilangnya saldo bantuan tersebut. Menurutnya, insiden ini bukan pertama kalinya terjadi, sehingga sangat memukul kondisi ekonomi keluarganya.
"Kami kaget dan tidak mengerti mengapa saldonya bisa nol. Padahal bantuan ini sangat kami harapkan. Sudah dua kali periode pencairan saldo di rekening tidak terisi, kami bingung harus mengadu ke mana," ungkap Artaenah dengan nada kecewa pada Sabtu (14/02).
Senada dengan Artaenah, Suti juga memberikan kritik pedas terkait ketidakteraturan data di lapangan. Ia menilai proses verifikasi saat ini tidak mencerminkan kondisi ekonomi warga yang sebenarnya.
"Kalau ada penghapusan penerima, harusnya disesuaikan dengan fakta di lapangan. Jangan seperti saat ini; warga yang dianggap mampu masih terdaftar, sebaliknya warga dengan status janda dan kurang mampu justru hilang dari daftar," tegas Suti.
Selain persoalan saldo kosong, warga mengeluhkan minimnya sosialisasi dan transparansi informasi dari pihak pemerintah desa maupun daerah dan memicu sorotan tajam terhadap kinerja petugas Verifikasi dan Validasi (Verval) data bansos.
Masyarakat mulai mempertanyakan akurasi serta profesionalisme proses pemutakhiran data di lapangan. Lemahnya koordinasi diduga kuat menjadi penyebab utama tersumbatnya distribusi dana ke rekening warga yang benar-benar membutuhkan.
Desakan Kepada Dinas Sosial
Hingga saat ini, para KPM masih bertanya-tanya mengenai status kepesertaan mereka. Belum ada kejelasan apakah nama mereka dihapus secara sepihak dari sistem atau hanya mengalami kendala teknis perbankan.
Warga mendesak agar Dinas Sosial Kabupaten Lebak segera turun tangan melakukan pengecekan data pada sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation). Kejelasan data merupakan instrumen kunci agar bantuan tetap tepat sasaran, tepat waktu, dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. (Dhee)

Posting Komentar