Diduga Abaikan Kualitas dan Keselamatan Kerja, Proyek Revitalisasi TK Satap Yuda Lestari Jadi Sorotan
Serang, BeritaKilat.com – Pelaksanaan proyek bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di TK Satap Yuda Lestari, yang berlokasi di Kampung Yuda, Desa Mander, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diduga tidak mengutamakan kualitas pekerjaan serta mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, sejumlah kejanggalan ditemukan. Salah satunya adalah material pasir yang digunakan diduga memiliki kualitas di bawah standar, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu bangunan. Selain itu, saat dilakukan pemantauan hanya terlihat seorang pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan konstruksi.
Ketika dimintai keterangan, pekerja tersebut mengaku bekerja seorang diri karena rekan kerjanya sedang libur.
"Saya kerja sendiri, Pak. Teman saya lagi libur," ujarnya singkat.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pelaksanaan proyek, mengingat pada papan informasi proyek tercantum waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Dengan jumlah tenaga kerja yang sangat minim, penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu dikhawatirkan akan mengalami kendala.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh P2SP dengan sumber pendanaan dari APBN melalui bantuan pemerintah sebesar Rp221.177.000. Pada papan proyek juga tercantum bahwa kegiatan revitalisasi ini mendapat pendampingan dari Kejaksaan Agung.
Masyarakat berharap pelaksana proyek maupun instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan, penggunaan material bangunan, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pengawasan yang ketat dinilai penting agar pembangunan fasilitas pendidikan benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi yang berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

Posting Komentar