Diskusi Publik Primordial UIN SMH Banten Soroti Bola Liar Kebijakan Pemerintah di Daerah
SERANG, BeritaKilat.com – Organisasi Primordial UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar diskusi publik bertajuk “Bola Liar Kebijakan Pemerintah Terkait Isu Daerah”, Selasa (23/06/2026). Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi mahasiswa daerah untuk membedah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Banten.
Diskusi yang berlangsung di lingkungan kampus UIN SMH Banten tersebut dihadiri oleh empat organisasi primordial daerah, yakni KUMALA (Keluarga Mahasiswa Lebak), HAMAS (Himpunan Mahasiswa Serang), IMC (Ikatan Mahasiswa Cilegon), dan KUMANDANG (Keluarga Mahasiswa Pandeglang). Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas yang turut memberikan pandangan kritis terkait kondisi daerah masing-masing.
Setiap perwakilan organisasi memaparkan kondisi riil yang terjadi di wilayahnya. Dari hasil pemaparan dan diskusi, terdapat tiga isu utama yang dinilai paling mendesak untuk segera ditangani oleh pemerintah, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pengangguran.
"Yang paling miris setelah mendengarkan paparan dari berbagai organ primordial di Provinsi Banten adalah masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus dibenahi pemerintah. Permasalahan yang disampaikan ternyata hampir merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap salah satu peserta diskusi.
Forum ini menyoroti masih adanya ketimpangan akses pendidikan di sejumlah wilayah pelosok Lebak dan Pandeglang. Infrastruktur pendidikan yang belum memadai, keterbatasan tenaga pendidik, serta tingginya angka putus sekolah menjadi persoalan yang masih ditemukan di lapangan.
Di sektor kesehatan, peserta diskusi menyoroti minimnya fasilitas kesehatan yang memadai, keterbatasan tenaga medis, serta sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di beberapa wilayah Serang bagian selatan dan daerah terpencil lainnya.
Sementara itu, persoalan pengangguran menjadi sorotan utama dari perwakilan Cilegon. Kehadiran kawasan industri besar dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Banyak masyarakat yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan akibat keterbatasan kompetensi maupun minimnya keberpihakan perusahaan terhadap tenaga kerja daerah.
Para peserta menilai bahwa berbagai kebijakan pemerintah daerah selama ini masih terkesan berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi dalam menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat. Istilah “bola liar” digunakan untuk menggambarkan kebijakan yang dinilai kurang tepat sasaran, minim evaluasi, serta belum menyentuh akar permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi awal. Di antaranya peningkatan pemerataan akses pendidikan, penguatan fasilitas dan pelayanan kesehatan di daerah terpencil, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja, serta optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal di sektor industri.
Perwakilan organisasi primordial berharap hasil diskusi ini tidak berhenti sebagai wacana akademik semata, melainkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
"Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan realitas yang terjadi di daerah. Melalui forum ini, kami ingin memastikan bahwa persoalan masyarakat tidak hanya menjadi data statistik, tetapi benar-benar didengar dan ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan," ujar salah satu perwakilan organisasi primordial.
Melalui diskusi publik ini, Organisasi Primordial UIN SMH Banten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu daerah secara kritis dan konstruktif. Forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya rekomendasi kebijakan yang konkret, sehingga pembangunan di Provinsi Banten dapat berjalan lebih merata, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Dhee)

Posting Komentar