Puluhan Sekolah di Malingping Belum Bisa Menikmati Program Makan Bergizi Gratis, Siswa Terus Bertanya
LEBAK, BeritaKilat.com - Sejumlah guru mengaku kerap mendapat pertanyaan dari para siswa terkait kepastian program unggulan Presiden Republik Indonesia, Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan para pendidik saat ditemui wartawan disekolahnya, Pada Selasa (3/2/2026).
Puluhan sekolah di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini belum dapat menikmati program unggulan Presiden Republik Indonesia tersebut. Mereka masih harus bersabar menunggu realisasi program yang sejak awal digadang-gadang sebagai upaya peningkatan gizi anak sekolah.
“Anak-anak sering menanyakan kapan makan bergizi gratis itu ada di sekolah kami. Mereka sudah menunggu lama,” ujar salah seorang guru.
Para guru bahkan mengaku berada dalam posisi serba tidak enak. Pasalnya, sebelumnya sempat ada perwakilan dari dapur MBG yang datang ke sekolah dan menjanjikan program tersebut akan segera direalisasikan.
“Kami sampaikan ke siswa kalau sebentar lagi MBG akan berjalan. Anak-anak waktu itu terlihat sangat riang dan antusias. Tapi sampai sekarang belum juga ada. Kadang kami malu sendiri, seolah dianggap membohongi siswa,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Destri, siswi kelas VI SDN 1 Sumberwaras. Ia berharap program MBG segera hadir di sekolahnya.
“Saya dan teman-teman di SDN 1 Sumberwaras sudah lama menunggu makan siang bergizi gratis itu. Tapi sampai sekarang belum ada juga,” kata Destri.
Ia mengaku kerap mendengar cerita dari teman-temannya di sekolah lain yang sudah lebih dulu menikmati program tersebut.
“Katanya di sekolah lain sudah dapat makan gratis, sementara kami di sini belum. Kami berharap program ini cepat datang ke sekolah kami,” tambahnya penuh harap.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Aliansi Lebak Selatan (ALS), Agus Rusmana, menegaskan pihaknya akan terus mengawal realisasi program MBG di wilayah Lebak Selatan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan agar program unggulan Presiden ini benar-benar berjalan dan tepat sasaran. Anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat harus mendapatkan asupan gizi yang baik dan maksimal,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan para pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memperhatikan kualitas dan variasi menu makanan.
“Menu yang disajikan harus benar-benar disukai dan bernilai gizi. Dari pantauan kami, dapur yang sudah berjalan menunya masih itu-itu saja, kalau tidak ayam ya telur. Jarang sekali ada ikan segar atau daging,” ucapnya.
Diketahui, hingga saat ini di Kecamatan Malingping baru terdapat empat dapur SPPG yang sudah beroperasi. Sementara dapur lainnya masih dalam tahap persiapan dan pembangunan. (Red)

Posting Komentar