Bupati Lebak Tutup Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten Lebak, Tekankan Kesiapan dan Kesehatan Jemaah
Lebak, BeritaKilat.com - Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Belia Hasbi Jayabaya secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 H/2026 M Tingkat Kabupaten Lebak, bertempat di Hall Latansa Mashiro Rangkasbitung, Selasa (11/02/2026).
Jumlah jemaah calon haji Kabupaten Lebak tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 745 orang, dengan jumlah 328 jemaah perempuan dan 417 jemaah laki laki. Jemaah tertua tercatat atas nama Siti Fatimah dan Asbiah Kasim (91 tahun). Sementara jemaah termuda yakni Nazwa Jia Malika (16 tahun), Para jemaah terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 18 yang dijadwalkan berangkat pada 16 Mei 2026 dan Kloter 22 pada 18 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Lebak berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia menyampaikan bahwa dalam perspektif Islam, ibadah haji berada pada rukun Islam kelima sebagai penyempurna rukun Islam sebelumnya.
"Kenapa haji berada di urutan kelima? Karena kita harus menyempurnakan rukun Islam pertama hingga keempat terlebih dahulu. Insyaallah, bagi yang mampu akan diundang menjadi tamu Allah SWT," ujar Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa ibadah haji merupakan momentum persatuan umat tanpa membedakan latar belakang, dengan tujuan utama meraih ridha Allah SWT. Ia berharap seluruh jemaah berangkat dalam keadaan sehat, kembali ke tanah air dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun, serta memperoleh predikat haji yang mabrur.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Lebak Halimatussadiah menyampaikan bahwa bimbingan manasik haji bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada jemaah, mulai dari proses keberangkatan ke tanah suci hingga kembali ke tanah air. Selain itu, manasik juga memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah di tanah suci, sehingga mampu membentuk jemaah yang istithoah (mampu secara fisik, mental, dan finansial) serta mandiri. (Red)

Posting Komentar