LSM HARIMAU DPC Lebak Sebut Proyek Aspirasi Revitalisasi Sekolah P2SP Jadi Bemper
BANTEN, BeritaKilat.com - Ketua LSM Harimau DPC Kabupaten Lebak, Asep Sujana, S.IP, yang sering akrab di sapa Apih, menyampaikan keprihatinannya terkait proses pelaksanaan proyek revitalisasi yang dialokasikan melalui aspirasi di sejumlah sekolah di Kabupaten Lebak. Ia menegaskan bahwa seharusnya, proyek tersebut dilakukan secara swakelola sebagaimana mana tertera dalam papan informasi bahwa pelaksana proyek adalah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana.
Namun pihak sekolah (P2SP) justru seakan dijadikan sebagai bemper yang bisa dikedepankan untuk mendapatkan proyek. Bahkan Asep menyebutnya sebagai 'tumbal' dalam pelaksanaan proyek. Diduga, pihak yang bertanggung jawab dan mengerjakan pekerjaan tersebut justru ditunjuk langsung oleh pihak yang memiliki aspirasi, bukan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan dan dinilai berpotensi menimbulkan penyimpangan terhadap penggunaan dana.
"Kami sangat menyayangkan ketidakpatuhan terhadap mekanisme yang seharusnya diterapkan. Seharusnya, proses pekerjaan dilakukan secara swakelola secara langsung oleh P2SP sebagaimana yang tertera dalam papan informasi, sehingga lebih transparan dan akuntabel. Tetapi kenyataannya, pihak sekolah hanya dijadikan sebagai alat untuk memenuhi aspirasi, sementara pihak yang berkompeten tidak berperan secara langsung," ujar Apih
LSM Harimau, kata Apih Asep, mendesak pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan proyek ini. Langkah ini penting agar tidak terjadi penyimpangan, dan dana yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan sesuai prosedur yang berlaku, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan dunia pendidikan di Kabupaten Lebak.
"Kami berharap, kedepannya proses pembangunan dan revitalisasi di sekolah harus lebih transparan dan dilaksanakan pihak pelaksana yang telah ditentukan, serta mengikuti mekanisme swakelola yang sudah ditetapkan," tuturnya.
Dikonfirmasi, salah seorang kepala SMPN di Kabupaten Lebak mengaku bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak sepenuhnya dikerjakan oleh pihak sekolah, namun bekerjasama dengan rekanan.
"Dilaksanakan oleh sekolah bekerjasama dengan pihak lain," katanya tanpa menyebutkan siapa yang dimaksud.
Sementara ketua komite di sekolah itu mengaku dirinya tidak punya peranan yang lebih dalam pembangunan tersebut.
"Saya hanya ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan dan menerima tamu saja, sesuai dengan tugas saya sebagai komite sekolah, yang penting hasilnya bisa maksimal,' ucapnya. (Dhee)

Posting Komentar