Harga BBM RON 92 di ASEAN Beragam, Sejumlah Negara Justru Tidak Menjual Jenis Ini
JAKARTA, BeritaKilat.com - Perbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan angka Research Octane Number (RON) 92 di kawasan Asia Tenggara menunjukkan adanya perbedaan kebijakan energi di masing-masing negara.
Tidak semua negara ASEAN menjadikan RON 92 sebagai produk yang tersedia di pasar domestik, sementara harga jualnya juga sangat bervariasi sesuai dengan kebijakan subsidi, struktur pajak, dan kondisi ekonomi masing-masing.
Infografik yang diolah dari berbagai sumber tersebut menampilkan Indonesia sebagai salah satu negara yang masih menyediakan BBM RON 92 dengan harga sekitar Rp16.250 per liter. Di sisi lain, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia tercatat sekitar US$5.083,4.
Singapura menjadi negara dengan harga BBM tertinggi dalam daftar tersebut. RON 92 dijual sekitar Rp45.420 per liter atau setara 3,25 dolar Singapura, dengan PDB per kapita mencapai US$99.365. Tingginya harga dipengaruhi oleh kebijakan perpajakan dan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi.
Sementara itu, Myanmar mencatat harga BBM RON 92 berkisar antara Rp37.442 hingga Rp39.923 per liter, dengan PDB per kapita sekitar US$1.502,26. Filipina menjual RON 92 dengan harga sekitar Rp25.100 per liter, sedangkan PDB per kapitanya berada di kisaran US$4.270,14.
Di Malaysia, masyarakat tidak menggunakan RON 92 karena pemerintah menyediakan pilihan BBM RON 95 sebagai produk utama dengan harga sekitar Rp16.418 per liter. Negara tersebut memiliki PDB per kapita sekitar US$13.901.
Kondisi serupa juga terjadi di Brunei Darussalam.
BBM RON 92 disebut tidak tersedia secara umum, sementara jenis yang digunakan adalah RON 95 dengan harga sekitar Rp19.416 per liter. PDB per kapita Brunei tercatat mencapai US$33.858.
Thailand juga tidak menjual BBM RON 92 di pasaran. Konsumen di negara itu menggunakan RON 95 yang dipasarkan sekitar Rp23.825 per liter, dengan PDB per kapita sekitar US$8.057.
Data tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan maupun harga BBM di setiap negara tidak dapat dibandingkan secara sederhana hanya berdasarkan nilai nominal. Kebijakan subsidi energi, sistem perpajakan, struktur pasar, hingga tingkat pendapatan masyarakat menjadi faktor penting yang memengaruhi harga jual BBM di masing-masing negara.
Selain itu, beberapa negara memilih langsung menggunakan RON yang lebih tinggi sebagai standar bahan bakar untuk mendukung efisiensi mesin dan kebijakan lingkungan. (Wal)

Posting Komentar