Aktivitas Magmatik Anak Krakatau Meningkat, Warga dan Wisatawan Dilarang Mendekat dalam Radius 2 KM
LAMPUNG SELATAN, Beritakilat.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunungapi Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Meski mengalami peningkatan gejala magmatisme di permukaan, status gunung api aktif tersebut hingga saat ini masih dipertahankan pada Level II (Waspada).
Berdasarkan laporan resmi yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, pada Sabtu (20/6/2026), tanda-tanda peningkatan aktivitas ini mulai terdeteksi sejak awal Juni melalui pantauan satelit dan sensor kegempaan.
Kemunculan Titik Api dan Lonjakan Gempa Dangkal
Sejak 1 Juni 2026, Satelit Sentinel mendeteksi adanya emisi gas SO_2 dan anomali panas di area Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini diperkuat dengan munculnya titik api di kawah sejak 10 Juni 2026, yang disertai asap kawah berintensitas cukup tinggi.
Selain visual, Badan Geologi juga mencatat lonjakan drastis pada kegempaan vulkanik dangkal, seperti gempa Hembusan, Hybrid/Fase Banyak, dan Low Frequency.
"Dalam dua hari terakhir (18 dan 19 Juni 2026), jumlah gempa dangkal meningkat drastis dengan rata-rata kejadian lebih dari 50 kali setiap harinya. Hal ini mengindikasikan adanya dinamika magma Gunungapi Anak Krakatau di bagian permukaan," tulis laporan tersebut.
Pihak otoritas menyebutkan bahwa peningkatan gejala ini bisa menjadi indikasi awal menuju fase erupsi yang berpotensi menghasilkan lontaran batu pijar serta hujan abu lebat.
Rekomendasi Keamanan: Radius 2 KM Steril
Mengantisipasi potensi bahaya, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi teknis yang harus dipatuhi oleh masyarakat dan pihak terkait:
Sterilisasi Radius 2 KM: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati atau beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Warga Pantai Diminta Tenang: Masyarakat di wilayah pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Pihak berwenang meminta warga tidak mempercayai isu-isu hoaks terkait erupsi yang dikabarkan akan memicu tsunami. warga diminta tetap mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Pantau Informasi Resmi: Informasi valid mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diakses melalui aplikasi atau situs resmi Magma Indonesia (magma.esdm.go.id), website PVMBG, serta media sosial resmi Badan Geologi.
Untuk diketahui, pengamatan Gunungapi Anak Krakatau saat ini terus dilakukan secara intensif melalui dua pos pengamatan utama, yaitu Pos Pasauran di Kabupaten Serang (Banten) dan Pos Kalianda di Kabupaten Lampung Selatan (red).

Posting Komentar