Generasi Pemuda Siantar Desak Kapolda Sumut Evaluasi dan Copot Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar
Salah seorang pemuda yang akrab disapa Anis mengaku prihatin atas semakin masifnya peredaran narkoba di Kota Pematangsiantar yang dinilai telah merusak masa depan generasi muda.
“Kami mendesak Kapolda Sumut agar segera mengevaluasi dan mencopot Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar. Peredaran narkoba di Siantar semakin meresahkan dan penindakan terhadap bandar besar dinilai lamban,” ujar Anis, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, tuntutan evaluasi terhadap jajaran Satres Narkoba tersebut muncul karena masyarakat menilai masih banyak bandar besar narkoba yang belum tersentuh hukum. Bahkan, sejumlah titik peredaran narkoba disebut sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.
Ia juga menyoroti slogan antinarkoba yang belakangan ramai ditampilkan di media sosial, yakni “Narkoba Memberi Sesaat Penyesalan Selamanya” serta “Hancurkan Narkoba Sebelum Narkoba Menghancurkanmu”. Namun, menurutnya, slogan tersebut harus dibarengi dengan tindakan nyata di lapangan.
“Publik mempertanyakan bagaimana jaringan sebesar itu bisa berkembang tanpa tersentuh aparat penegak hukum. Ini bukan hanya ancaman bagi generasi muda, tetapi juga menjadi tamparan keras bagi institusi penegak hukum,” tegasnya.
Anis meminta aparat kepolisian segera melakukan langkah konkret dan aksi bersih-bersih internal demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Langkah cepat dan tegas sangat diperlukan agar masyarakat kembali percaya terhadap aparat kepolisian dalam memberantas narkoba,” tambahnya.
Ia juga menyinggung program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam agenda Astacita yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai salah satu fokus utama pemerintah.
“Program tersebut jangan hanya menjadi jargon politik semata, tetapi harus benar-benar dijalankan hingga ke tingkat daerah. Di Siantar sendiri, titik-titik peredaran narkoba sudah diketahui masyarakat dan seharusnya bisa segera ditindak,” pungkasnya.(Tim/Red)

Posting Komentar