Dari Guru Honorer hingga Dipercaya Pimpin SMAN 4 Rangkasbitung, PPWI Banten Ucapkan Selamat kepada Moch Kahfi
LEBAK, BeritaKilat.com — Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Banten menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Moch Kahfi, S.Pd., M.Pd., yang dipercaya menggantikan Eri Fakhrudin, S.Ag., M.Si., M.Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 4 Rangkasbitung.
Kepercayaan tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan karier Moch Kahfi di dunia pendidikan. Perjalanan panjang yang dirintis dari bawah, mulai dari menjadi guru honorer di SMP Negeri 5 dan Yayasan Assalamiyah Curugsari hingga akhirnya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), menghadirkan kisah perjuangan, ketekunan, dan keyakinan bahwa setiap proses memiliki nilai tersendiri.
Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah sederhana tentang seorang anak yang tumbuh dari keluarga pekerja keras. Moch Kahfi merupakan putra dari seorang ibu yang berprofesi sebagai penjahit dan ayah yang bekerja sebagai pegawai desa. Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dalam memahami arti perjuangan, kesabaran, dan tanggung jawab.
Merintis karier sebagai guru honorer bukanlah perjalanan yang selalu mudah. Namun, dengan ketekunan dan komitmen terhadap dunia pendidikan, Moch Kahfi terus menjalani setiap tahapan pengabdiannya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses panjang hingga dirinya memperoleh kesempatan menjadi ASN dan kini dipercaya mengemban amanah sebagai Plt. Kepala Sekolah.
Bagi Moch Kahfi, pencapaian yang diraihnya bukan semata-mata hasil perjuangan pribadi. Doa orang tua, khususnya sang ibu, dukungan rekan-rekan guru, serta sinergi dengan para mitra kerja menjadi bagian penting yang mengiringi perjalanan kariernya.
“Alhamdulillah, ini semua berkat doa ibu yang tak henti-hentinya mendoakan, dukungan dari kawan-kawan guru serta mitra kerja semua. Dan yang lebih penting, rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Sesungguhnya ini semua adalah amanah dari-Nya. Semoga saya diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengembannya,” ungkap Moch Kahfi.
Pernyataan tersebut menggambarkan sikap rendah hati sekaligus kesadaran bahwa jabatan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan. Baginya, kepercayaan yang diberikan bukan sekadar pencapaian karier, melainkan amanah yang menuntut komitmen, integritas, dan kesiapan untuk terus belajar.
PPWI Banten: Amanah Harus Dijawab dengan Pengabdian
Ketua PPWI Banten, Abdul Kabir Albantani, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Moch Kahfi atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban tugas sebagai Plt. Kepala SMAN 4 Rangkasbitung.
PPWI Banten berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik, disertai komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan, membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh warga sekolah, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik.
“Selamat dan sukses kepada Bapak Moch Kahfi, S.Pd., M.Pd. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan. Kami berharap beliau dapat melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun serta terus mendorong kemajuan pendidikan di SMAN 4 Rangkasbitung,” demikian apresiasi PPWI Banten.
Menurut PPWI Banten, pengalaman meniti karier dari posisi guru honorer hingga dipercaya mengemban tugas sebagai pimpinan sekolah merupakan perjalanan yang dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik, khususnya mereka yang masih berjuang membangun karier di dunia pendidikan.
Perjalanan tersebut juga mengingatkan bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Dengan kerja keras, kesungguhan, doa orang tua, serta dukungan lingkungan, seseorang dapat melewati berbagai tahapan kehidupan dan memperoleh kepercayaan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Harapan untuk Kemajuan Pendidikan
Kepercayaan kepada Moch Kahfi sebagai Plt. Kepala SMAN 4 Rangkasbitung diharapkan menjadi awal dari pengabdian yang semakin luas. Tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun kebersamaan, memperkuat profesionalisme tenaga pendidik, serta menempatkan kepentingan peserta didik sebagai salah satu prioritas utama.
Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan sekolah yang berkualitas. Dengan komunikasi yang terbuka dan semangat gotong royong, berbagai tantangan di lingkungan pendidikan diharapkan dapat dihadapi secara konstruktif.
Bagi Moch Kahfi, perjalanan dari guru honorer hingga memperoleh amanah baru ini bukanlah akhir dari perjuangan. Sebaliknya, kepercayaan tersebut menjadi pengingat bahwa semakin besar tanggung jawab yang diterima, semakin besar pula komitmen yang harus diberikan kepada dunia pendidikan.
Kisahnya menjadi pesan bahwa keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan pintas. Ada proses panjang yang harus dijalani, ada doa yang terus dipanjatkan, serta ada kesabaran dan ketekunan yang perlu dipertahankan.
PPWI Banten berharap Moch Kahfi senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugasnya. Semoga amanah tersebut membawa manfaat bagi kemajuan SMAN 4 Rangkasbitung, peningkatan mutu pendidikan, serta lahirnya generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.
Ute dan Abing, Dua Sahabat Sejak Remaja yang Turut Berbahagia
Kebahagiaan atas amanah baru yang diterima Moch Kahfi, S.Pd., M.Pd., ternyata tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan rekan-rekan kerjanya. Dua sahabat lamanya, Ute dan Abing, juga turut merasakan kegembiraan dan kebanggaan atas perjalanan panjang sahabat mereka yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Plt. Kepala SMAN 4 Rangkasbitung.
Persahabatan yang terjalin sejak masa remaja hingga saat ini menjadi bagian tersendiri dari kisah tersebut. Ute dan Abing telah mengenal Moch Kahfi jauh sebelum dirinya mencapai posisi seperti sekarang. Karena itu, kabar mengenai kepercayaan baru yang diterimanya bukan sekadar berita menggembirakan, melainkan juga momen emosional yang mengingatkan mereka pada perjalanan hidup, perjuangan, serta harapan yang pernah dilalui bersama.
Bagi Ute dan Abing, melihat sahabat yang telah dikenal sejak remaja kini memperoleh kepercayaan lebih besar di dunia pendidikan tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Perjalanan Moch Kahfi, mulai dari guru honorer hingga menjadi ASN dan dipercaya mengemban tugas sebagai pimpinan sekolah, menjadi gambaran bahwa perjuangan yang dijalani dengan ketekunan, doa, dan kesabaran dapat mengantarkan seseorang menuju kesempatan yang lebih besar.
Kisah ini juga memperlihatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang-orang yang telah menemani perjalanan hidupnya. Di tengah perubahan waktu dan perjalanan karier, persahabatan yang tetap terjaga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan akan terasa lebih bermakna ketika dapat dibagikan bersama orang-orang yang telah mengenal kita sejak awal.
Momentum tersebut menjadi potret sederhana tentang arti persahabatan, dukungan, dan rasa syukur. Bagi Moch Kahfi, amanah baru ini merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, sementara bagi Ute dan Abing, pencapaian sahabat lama mereka menjadi kebahagiaan yang layak disyukuri bersama.
Selamat dan sukses kepada Moch Kahfi, S.Pd., M.Pd. Semoga senantiasa amanah, istiqamah dalam pengabdian, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan. (Adv)
Editor : Abdul Kabir Albantani

Posting Komentar